Breaking News:

Virus Corona di SUmsel

Kota Prabumulih Terancam Kembali ke Zona Merah Setelah Hasil Rapid Test Beberapa Pedagang Reaktif

"Kalau sudah zona merah lagi rusak sekaset, ngantor dak biso, sekolah dak biso, pasar tutup lagi. Uulah segelintir orang kena seluruh Prabumulih.

SRIPOKU.COM/Edison Bastari
Walikota Prabumulih H Ridho Yahya 

SRIPOKU.COM, PRABUMULIH - Adanya beberapa pedagang yang dinyatakan reaktif setelah dilakukan rapid test dilakukan tim gugus tugas penanganan Covid-19 Prabumulih, menjadi perhatian Walikota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM.

Ridho mengaku hasil rapid tes pedagang reaktif seperti yang dikhawatirkan oleh pihaknya dimana tidak mematuhi protokol kesehatan dianjurkan pemrintah.

"Pedagang reaktif hasil rapid tes akan kita lakukan uji swab sehingga benar-benar diketahui siapa yang positif dan tidak. Itulah yang kami takutkan dari dulu disatu sisi kita sayang pedagang disisi lain mereka tidak mengerti," katanya ketika dibincangi wartawan belum lama ini.

Ridho menuturkan jika banyak pedagang reaktif dan positif corona dikhawatirkan akan masuk zona merah dan jika terjadi maka akan merusak semua.

"Kalau sudah zona merah lagi rusak sekaset, ngantor dak biso, sekolah dak biso, pasar tutup lagi. Akibat ulah segelintir orang kena seluruh Prabumulih, beda kalau tempat jualan tidak disiapkan," tuturnya.

Walikota dua priode ini menuturkan pihaknya berharap seluruh pedagang pasar pagi untuk pindah ke tempat yang telah disediakan agar protokol kesehatan diterapkan.

Satu Tewas dan Dua Orang Luka Berat Saat Tabrakan Adu Kambing Motor Vixion dan Beat di Muaradua

Pencuri HP di Gunung Megang Muaraenim Sumsel Nyaris Babak Belur Dihajar Massa

Lidyawati Cik Ujang Bantu dan Beri Harapan Bambang untuk Sembuh dari Kanker Laring atau Pita Suara

"Kalau semua pindah kan bisa jaga jarak, tidak mungkin kita tinggalkan 10 pedagang saja (di PTM), pindahlah semuanya biar adil dan jarak bisa diatasi karena tempat baru di terminal luas," lanjutnya.

Ridho juga menghimbau seluruh masyarakat untuk berhati-hati dalam berbelanja agar tidak tertular penyebaran virus corona. "Hati-hati nanti kena tular virus corona pula, susah," katanya.

Disinggung apakah rapid tes akan dilakukan terhadap seluruh pedagang tidak acak mengingat banyaknya pedagang reaktif, orang nomor satu di Prabumulih itu mengaku saat ini rapid tes milik pemerintah kota Prabumulih hanya tersisa 400 unit lagi.

"Rapid tes kita tinggal 400 lagi, nanti akan tes lagi. Jangan sampai nanti pedagang sudah reaktif semua baru nanti mau rapid, kita kasian saja karena kalau positif pasti akan dikucilkan warga, kita tidak mau itu," kata Ridho.

Seperti diketahui, pemerintah kota Prabumulih melalui dinas kesehatan dan tim gugus tugas terus melakukan rapid tes terhadap para pedagang di pasar pagi Prabumulih.

Rapid test dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona di Bumi Seinggok Sepemunyian. (eds) 

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved