Berita OKU Selatan

Komunitas SEMARI OKU Selatan Galang Dana Bagi Warga Kurang Mampu Penderita Penyakit Stroke

komunitas sedekah lima ratus rupiah sehari (Semari) dan Aksi Cepat Tanggap ACT OKU Selatan dengarkan keluhan penderita stroke.

SRIPOKU.COM/Alan Nopriansyah
komunitas sedekah lima ratus rupiah sehari (Semari) bersama dengan Masyarakat Relawan Indonesia Aksi Cepat Tanggap MRI ACT OKU Selatan sambangi warga sakit yang kurang mampu, Selasa (30/6/2020). 

SRIPOKU.COM, MUARADUA--Sambangi keluarga yang kurang mampu yang sedang menderita sakit, komunitas sedekah lima ratus rupiah sehari (Semari) bersama dengan Masyarakat Relawan Indonesia Aksi Cepat Tanggap MRI ACT OKU Selatan dengarkan keluhan penderita.

Baru-baru ini komunitas sosial yang beranggotakan para pemuda ini mengunjung rumah ibu Nurul (65) warga kelurahan Pancur Pungah Kecamatan Muaradua, tepatnya berlokasi di depan Gedung Kesenian yang menderita penyakit stroke.

Selain itu juga mengunjungi rumah Wahyu yang menderita kanker tulang di bagian lutut yang beralamat di Gunung Cahaya kecamatan Buay Rawan yang divonis kehilangan salah satu kakinya yang sempat diberitakan beberapa waktu lalu.

Ketua umum komunitas SEMARI OKU Selatan Mulianis Makmur mengatakan jika kegiatan asesment tersebut dilakukan untuk berdialog dengan keluarga si penderita sakit tentang apa saja kendala sehingga pihak keluarga belum membawa pasien untuk di rujuk ke rumah sakit.

"Asesment ini bisa dikatakan survei dan dialog dengan keluarga pasien, apa saja yang menjadi keluhan dan kendala bagi keluarga sehingga tidak segera merujuk si penderita sakit ke RSUD," ujarnya Mulianis Selasa (30/6/2020).

Inayatullah Akui Sudah Ajukan Pengunduran Diri dari ASN Sebelum Diangkat Jadi Kader Partai NasDem

Selama Dua Pekan Kasus Konfirmasi Positif di Sumsel Meningkat 2 Persen, Ada Kaitannya dengan PSBB

Tak Hanya Layani Nafsu Pelanggannya, PSK Ini Juga Rela Lakukan Hal Terlarang Ini

Setelah mendengarkan keluhan warga yang sakit para pemuda komunitas berupaya untuk membantu pihak keluarga untuk mempermudah dalam pengurusan syarat - syarat yang dibutuhkan untuk merujuk pasien ke RSUD.

"Di komunitas ini ada anggota yang memiliki latar belakang profesi di dinas kesehatan jadi nanti kita akan minta bantu dengannya, ternyata setelah bertemu dengan keluarga dari ibu Nurul yang menjadi kendala ialah BPJS atau KIS yang sudah tidak aktif lagi karena menunggak bayaran, selain itu biaya bagi keluarga untuk mengurus ibu Nurul saat di rumah sakit juga menjadi kendala dari pihak keluarga untuk merujuk ke RSUD," ujarnya.

Selain asesment kepada keluarga ibu Nurul yang menderita stroke asesment juga dilakukan kepada pihak keluarga Wahyu yang menurut keterangan warga menderita kanker tulang.

Wahyu sebelumnya sempat viral di media sosial karena memerlukan biaya perawatan untuk dirujuk ke RSUD Palembang, namun setelah dialog dengan pihak keluarga Wahyu kini telah dirujuk dan biaya ditanggung oleh pemerintah.

"Kalau untuk Wahyu seluruh biaya sudah ditanggung oleh pemerintah, namun pihak keluarga juga masih memerlukan bantuan dana untuk biaya operasional keluarga yang stanbye menunggu dan merawat wahyu saat di RSUD Palembang,"tutur Mulia.

Penulis: Alan Nopriansyah
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved