Virus Corona di Sumsel

Entah Melahirkan atau Hendak Bepergian Kini Wajib Rapid Test, Gugus Tugas: Sah Saja, Demi Kesehatan

beberapa aktivitas kehidupan kini tak bisa lepas dari pencegahan penularan virus yang pertama kali melanda Whuhan, China tersebut.

SRIPOKU.COM/SUDARWAN
Sejumlah karyawan mengikuti rapid test virus corona atau covid-19 yang digelar oleh sebuah perusahaan di Palembang, Sabtu, 30 Mei 2020. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Semakin mewabahnya Covid-19 atau Virus Corona di Sumsel, beberapa aktivitas kehidupan kini tak bisa lepas dari pencegahan penularan virus yang pertama kali melanda Whuhan, China tersebut.

Salah satunya adalah mengenai rapid test, dimana saat ini bagi yang hendak bepergian atau yang akan mendapat perawatan medis di rumah sakit, diarahkan untuk menjalani rapid test.

Tujuannya jelas, yakni sebagai deteksi awal apakah ada tanda-tanda terjangkit Covid-19 atau tidak.

Bahas Soal Dul Jaelani, Maia Estianty Mendadak Singgung Ultah Mulan Jameela,Makna Tanggal 23 Disebut

Dengan diwajibkannya bagi orang yang ingin berpergian atau melakukan perjalanan mempunyai surat keterangan bahwa sudah melakukan rapid test, maka kini banyak bermunculan tempat rapid test.

Tak hanya di rumah sakit, bahkan di bandara pun saat ini tersedia tempat rapid test berbayar.

Menurut juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumsel Yusri SKM MKM, bahwa rapid test diwajibkan, terutama untuk syarat perjalanan.

"Kalau ada anggapan bahwa itu dijadikan bisnis, maka anggapan itu salah. Karena banyaknya pelayanan itu untuk mempermudah orang untuk rapid test," kata Yusri saat dikonfirmasi, Selasa (30/6/2020).

Lebih lanjut ia mengatakan, rapid test walaupun tingkat sensitivitasnya tidak begitu tinggi namun untuk skrining cukup efektif.

Karena mudah dan hasil segera diketahui. Lalu jika reaktif bisa dilanjutkan dengan test PCR.

Sementara itu hal yang sama juga diungkapkan oleh juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumsel, Dr Nur Purwoko Widodo, M.Epid, bahwa dengan adanya berbagai tempat rapid test mempermudah masyarakat.

"Setiap rumah sakit dan klinik yang mendapat ijin resmi untuk melakukan pelayanan kesehatan, dapat memberikan layanan rapid test kepada masyarakat yang memerlukan," kata Nur Purwoko.

Pedangdut Jebolan Ajang Pencarian Bakat Ini Ngaku Kehilangan Rp 4 Miliar, 10 Jadwal Manggung Batal!

Sebab menurutnya, pemeriksaan rapid test juga termasuk salah satu bentuk layanan kesehatan. Sehingga dengan banyaknya rumah sakit dan klinik yang dapat memberikan layanan, bertujuan untuk mempermudah akses layanan kepada masyarakat yang memerlukan.

"Untuk di bandara, ada tempat rapid test yang bekerjasama dengan Klinik Kimia Farma.

Karena ada beberapa kasus mereka sudah beli tiket pesawat tapi belum rapid test. Jadi tujuannya disediakan rapid test di sini untuk mempermudah masyarakat," jelasnya.

Editor: Refly Permana
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved