Berita Banyuasin

Otak Perampokan Konter Rapi Cell Banyuasin Tewas Tertembak Baru Bebas dari Penjara, Sempat Belanja

Ucok ditembak mati anggota tim Puma Polres Banyuasin saat dalam penyergapannya di daerah kenten Banyuasin rumah kontrakan tersangka.

Penulis: Mat Bodok | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/Mat Bodok
Dua tersangka perampok Konter Rapi Cell Banyuasin diamankan di Polres Banyuasin. Sedangkan otak pelakunya Ellis Simson alias Ucok tewas tertembak. 

SRIPOKU.COM, BANYUASIN - Elis Simsel alias Ucok (40) otak tersangka perampokan Konter Rapi Cell Jalan Lintas Timur (Jalintim), Palembang - Betung KM 43 Kelurahan Kayuara Kuning, Kecamatan Banyuasin III, Banyuasin, dua hari sebelum beraksi sempat berbelanja.

Ucok ditembak mati anggota tim Puma Polres Banyuasin saat dalam penyergapannya di daerah kenten Banyuasin rumah kontrakan tersangka.

Diketahui dalam rilis Polres Banyuasin Senin (29/6/2020) tersebut, diketahui kalau otak tersangka perampokan yang ditembak mati yaitu Ellis Simson alias ucok (40), warga Dumai Riau, dua hari sebelum beraksi, telah mengintai Konter Rapi Cell tersebut.

"Ucok yang mengintai, kalau aku hanya diajak," kata tersangka Arjun, saat rilis di Mapolres Banyuasin sore. Ucok mengintai ruko tersebut dengan berpura - pura belanja kebutuhan sehari - hari yaitu mie, coklat dan lain sebagainya.

Diakuinya sebelum beraksi, ia mendapatkan pesan dari Ucok berupa ajakan untuk melakukan aksi perampokan dengan menggunakan kode 365 dan 363. "Kemudian ucok datang ke Pangkalan Balai," tuturnya.

Ketika hendak beraksi, baru pada tengah malam berangkat menuju lokasi menggunakan ojek, langsung beraksi. "Saya angkut barang curian. Sedangkan aksi ucok dilantai dua, saya tidak tahu," ungkapnya.

Setelah berhasil menguras isi ruko, barulah kabur ke arah Pangkalan Balai menggunakan mobil korban, namun terparter, "Akhirnya kami kabur ke Sungai Lilin gunakan mobil travel, keesokan hari ke Palembang," terangnya.

Arjun mengaku kalau mendapatkan uang sebesar Rp 300 ribu dan handphone. "Semua barang rampokan, disimpan di kontrakan Ucok di kenten laut," akunya.

Sementara itu, Kapolres Banyuasin AKBP Danny A Sianipar SIk mengatakan kalau otak tersangkanya Elis Simson merupakan residivis kasus pencurian dengan kekerasan.

"Pernah ditahan dilapas Pangkalan Balai. Informasi baru bebas tiga bulan yang lalu, setelah dapatkan program assimilasi," ujarnya didampingi kasatreskrim Polres Banyuasin AKP Ginanjar Alia Sukmana Sik.

Laboratorium DLH Rusak, Pengujian Sampel Limbah Dikirim ke Laboratorium Sumsel di Palembang

Bawaslu Sumsel Audiensi dengan Kapolda dan Kajati Bahas Penegakkan Hukum dan Tahapan Pemilu 2020

Ratusan Kader PDIP Datangi Mapolres Muaraenim Minta Pelaku Pembakaran Bendera Partai Ditangkap

Tidak hanya beraksi di wilayah Banyuasin, tersangka juga sempat beraksi di wilayah Dumai Riau dengan kasus yang sama. "Di Banyuasin sendiri, pelaku pernah beraksi di pabrik susu Talang Kelapa, dan lokasi lainnya," terangnya.

Pelaku ucok ini memilih lokasi dengan sistem random, karena bersangkutan ini cukup mobile. "Uang hasil perampokan dihabiskan dengan foya - foya di cafe wilayah Sungai Lilin dan Palembang," sebut Kapolres bahwa tersangka akan dikenakan pas 365 KUHP, 285 KUHP dan 480 KUHP.

Penangkapan terhadap ketiga pelaku ini, jelas Kapolres Danny, langsung ia pimpin bersama tim Puma Polres Banyuasin. "Sempat baku tembak, namun akhirnya kita berikan tindakan tegas terukur terhadap tersangka Ucok. Dua pelaku ditangkap tanpa perlawanan," timpal Kasatreskrim.

Terpisah, Kepala lapas kelas II A Pangkalan Balai Ronalda Devinci Telisa mengatakan, kalau Elis Simson bukan merupakan mantan napi yang mendapatkan program assimilasi. "Bebas PB tahun 2019 lalu tepatnya bulan 5, kasus 363 KUHP," singkatnya ketika dikonfirmasi wartawan.

Seperti diketahui, tiga pelaku perampokan Konter Rapi cell, diringkus tim Puma Polres Banyuasin, Minggu malam, ikut diamankan mobil Avanza, linggis, senpi jenis FN, senpira, 3 pisau, kunci tang, 9 handphone, 2 tas ransel, 10 rokok dan uang Rp 1 juta, alat sabu dan lainnya.

Pelaku masuk ke lantai 2 ruko, menyekap seluruh penghuni rumah dengan menggunakan lakban dan tali. Setelah itu memaksa korban Masri, menunjukkan barang berharga dengan mengancam pakai senjata api, sajam, dan juga melukai korban Masri dan sempat memperkosa F. Usai itu pelaku mengambil uang tunai Rp 12.000.000, 38 Unit HP berbagai merk.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved