Berita Palembang

Serikat Pekerja Pertamina Pemasaran Ancam Mogok Nasional Jika Pertamina IPO Tetap Diberlakukan

Presiden SP3N SBS, Yohan Efendi mengatakan apabila pemerintah tidak mengindahkan aspirasi pekerja PT Pertamina maka pihaknya akan mogok nasional.

SRIPOKU.COM/Hartati
Serikat Pekerja Pertamina Pemasaran dan Niaga Sumbagsel (SP3N SBS) sebagai salah satu konstituen FSPPB (Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu) mnenyrukan menolak pembentukan holding dan sub holding PT Pertamina (Persero) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Serikat Pekerja Pertamina Pemasaran dan Niaga Sumbagsel (SP3N SBS) sebagai salah satu konstituen FSPPB (Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu) menolak pembentukan holding dan sub holding PT Pertamina (Persero) dan meminta kepada Menteri BUMN membatalkan keputusannya mengembalikan peran PT Pertamina (Persero) sebagai kuasa negara dalam pengelolaan Migas nasional sebagaimana diamanatkan oleh konstitusi.

Presiden SP3N SBS, Yohan Efendi mengatakan apabila pemerintah tidak mengindahkan aspirasi pekerja PT Pertamina (Persero) akan menempuh upaya melakukan aksi industrialisasi sebagaimana diatur dalam peraturan yang berlaku.

"Kita menyangkan rencana IPO Pertamina ini tidak melibatkan serikat pekerja sehingga kita akan angkat bendera hingga akan mogok nasional dari Sabang sampai Marauke agar aspirasi kita didengarkan sehingga tidak terjadi IPO," ujarnya, Rabu (24/6/2020).

Yohan mengatakan serikat pekerja khawatir jika IPO ini terjadi maka negara akan dijajah jika adanya sudah dilakukan privatisasi dan swastanisasi.

Kabar Baik! OTG Sangat Kecil Kemungkinan untuk Menularkan Virus Corona atau Covid-19 ke Orang Lain

Joki Begal Bersenpi di PALI Diamankan Tim Kelambit Hitam,Rekannya yang Buron Todong Senpi ke Pelajar

Detik-detik Jelang Persalinan, Calon Ibu di Empat Lawang Ini Dievakuasi Pakai Rakit karena Banjir

Yohan mengatakan pembentukan holding dan sub holding dalam struktur organisasi PT Pertamina (Persero) adalah sarat dengan kepentingan bisnis para pengusaha dan telah mengabaikan amanah perundangan-undangan.

Yohan menegaskan pembentukan sub holding justru merusak tatanan bisnis Migas nasional yang sebelumnya PT Pertamina (Persero) selaku BUMN memiliki outputnya adalah harga BBM di pelosok nusantara maka dengan model organisasi sub holding akan mendorong masing-masing dan entitas mengejar KPI, fokus mencari keuntungan, memenuhi deviden dan pajak serta mengabaikan prinsip saling support dalam satu entitas bisnis yang terintegrasi.

"Kepada seluruh konstituen FSPPB di seluruh sentra operasi/produksi PERTAMINA agar senantiasa meningkatkan kesiagaan dan kewaspadaan dalam menyikapi perkembangan keputusan Pemerintah terhadap hal yang diperjuangkan. Jangan mengambil tindakan apapun sampai ada perintah organisasi Iebih lanjut,"ujar dia.

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved