Parpol "Jauhi" Petahana
Ilyas yang notabanenya adalah sekretaris DPD PDIP Sumsel belum mendapat dukungan parpol lainnya secara resmi diluar PDIP.
PALEMBANG, SRIPO -- Jelang pelaksanaan Pilkada Kabupaten Ogan Ilir (OI) 9 Desember mendatang, sejumlah partai politik yang ada, ramai-ramai "menjauhi" untuk berkoalisi atau mendukung Ilyas Panji Alam yang notabanenya saat ini menjabat sebagai Bupati OI atau petahana.
Seperti partai Golkar yang menyatakan akan mengevaluasi, kader Golkar yang selama ini digadang- gadang akan mendampingi Ilyas yaitu Endang PU Ishak. Kemudian, Demokrat dan PAN yang condong mendukung lawan petahana yaitu Ahmad Wazir Noviadi (Ovi).
Sementara parpol lain yang sudah menyatakan melawan petahana yaitu Nasdem, Perindo, Gerindra. Sedangkan Ilyas yang notabanenya adalah sekretaris DPD PDIP Sumsel belum mendapat dukungan parpol lainnya secara resmi diluar PDIP.
Pemerhati politik Sumsel Bagindo Togar menilai, adanya sikap sejumlah Parpol itu menunjukkan, adanya perkembangan parpol era kini, yang semakin pragmatis dalam merespon beragam kondisi, isue, momentum maupun pilihan politiknya, dalam konteks ini adalah pilkada serentak akhir tahun ini.
"Perihal konstelasi politik di Kabupaten Ogan ilir, petahana yang sebelumnuya menjabat Wakil Bupati dan jadi Bupati saat ini, akan kembali maju mengahadapi bakal calon Bupati yang pernah menjadi atasannya, walau tak berlangsung lama. Akhirnya bertarung, dengan pasangan wakil yang berbeda, dengan dukungan parpol- parpol yang berbeda pula," kata Bagindo, Selasa (16/6).
Namun kondisi parpol sekarang, diungkapkan Bagindo lebih reaksi, atensi ataupun persepsi parpol terkesan kuat resisten (berusaha melawan, menentang atau upaya menjadi oposisi) sikap politiknya terhadap petahana tunggal yang masih berkuasa di Pemerintahan Daerah kabupatenn Ogan Ilir.
"Publik lantas bertanya, mengapa bisa begitu? Padahal pada umumnya, para petahana yang kembali tampil mengikuti pemiu dalam periode kedua, cenderumg banyak diminati para pemilih, elite serta partai politik," jelasnya.
Namun secara sederhana diungkapkan Bagindo, hal ini bisa disimpulkan, walaupun kandidat petahana cukup populer diwilayahnya, tapi tidak elaktable plus tidak tinggi akseptabilitasnya dikalangan para konstituen.
"Lazimnya, diera politik modern sekarang ini, institusi parpol acapkali mengacu kepada hasil instrumen survey internal yang dilaksanakan secara periodik juga independen," tandasnya.
Disisi lain ditambahkan Bagindo parpol, tentu saja bertujuan untuk memperbanyak daftar kisah suksesnya, dalam percaturan diberagam varian kompetisi politik. Seperti juga, pemahaman etika politik yang lazim, implementasi kebijakan dan disiplin organisasi politik adalah penting guna pelembagaannya terhadap masyarakat, tetapi juga tak kalah urgentnya dibagian lain fatsun politik tidak saja soal benar salah.
"Tetapi tentang menang atau kalah wajar serta sah saja, bila para parpol melakukan pertimbangan, maupun kajian yang complicated untuk memutuskan sikap politiknya dalam rekomendasi formal juga mengikat," tandasnya.
Sebelumnya, Ketua DPD Golkar Provinsi Sumsel Dodi Reza Alex Noerdin menegaskan, ketua DPD Kabupaten Ogan Ilir (OI) Endang PU Ishak tidak akan diusung saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) setempat 2020 mendatang, baik sebagai calon Bupati ataupun Wakil Bupati dari partai berlambang pohon beringin tersebut.
"Jadi, tidak akan diusung dimanapun (Endang PU Ishak)," tegas Dodi, beberapa waktu lalu.
Menurut Dodi yang saat ini menjabat Bupati Musi Banyuasin (Muba) ini, Endang dianggap meski sudah mendapat penugasan partai sebelumnya, ternyata elektabilitasnya selama ini tidak bagus dan dianggap indisipliner.
"Saya evaluasi Surat Tugas bagi kandidat Bapaslon Pilkada untuk kabupaten PALI, OI dan Muratara, dikarenakan tingkat elektoral dan indisipliner partai. Dipastikan bagi OI, bacawabup dari partai Golkar akan diganti," tandasnya.
Hal hampir sama diungkapkan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Sumsel, akan mengeluarkan bakal calon yang diusung pada Pilkada serentak 7 Kabupaten di Sumsel, setelah dilaksanakan Musyawarah Wilayah (Muswil) DPW PAN Sumsel pada 18-19 Juli mendatang di Pagar Alam.
Dijelaskan Asnadi, memang beberapa daerah sudah keluar surat penugasan dari PAN, seperti OKU Timur Fery Antoni- Meillinda, namun rekomendasi resmi dari PAN nanti menunggu DPP.
"Setahu saya baru daerah itu, kalau daerah- daerah lain setahu saya cenderung akan mengusung ke petahana yang ada, kecuali OI kita cenderung tidak ke petahana," terangnya, seraya kader PAN.
Senada diungkapkan, Ketua Komisi Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Sumsel Muchendi Mahzarekki, jika berkaca dari rekomendasi yang dikeluarkan partai Demokrat sebelumnya, mempertimbangkan elektabilitas dan hasil survei balon yang ada.
"Memang selama ini rekomendasi diprioritaskan berdasarkan kader, tapi kalau tidak bisa kandidat non parpol. Tapi harapannya nanti, bisa gabung jika belum berpartai termasuk Ardani (balon wakil Ovi) jika mau jadi kader Demokrat. Yang pasti rekomendasi dikeluarkan dengan mempertimbangkan hasil survei elektabikitas mereka untuk didukung, yang sudah dilakukan masing- masing balon sebelumnya bulan Januari dan Februari lalu, oleh lembaga survei yang dapat referensi partai Demokrat," tandasnya.
Meski begitu, meski nama mantan Bupati OI Ovi menjadi kandidat terbesar akan diusung oleh Demokrat nanti. Namun, petahana saat ini Ilyas Panji tetap memiliki peluang didukung Demokrat.
"Yang jelas, untuk balon yang ada semua punya peluang, tinggal keputusan DPP," pungkasnya. (arf)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/pilkada_20180111_121415.jpg)