Mental dan Normal Baru PNS
Covid 19, Mental dan Normal Baru PNS
Meskipun badai Covid belum berakhir, namun Pemerintah telah mengambil keputusan menerapkan Normal Baru dalam kehidupan sehari hari termasuk PNS.
Selain normal baru yang bersifat kelembagaan, sudah selayaknya PNS juga menerapkan sikap normal baru secara individu atau sikap mental yang baru.
Pandemi telah memorakporandakan tatanan ekonomi dan sosial dan memaksa setiap manusia untuk beradaptasi.
Perubahan mental bisa dimulai dengan mengevaluasi pribadi dalam melaksanakan tugas penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik selama masa WFH.
Pelajaran terbaik dari pasca pandemi adalah data kematian akibat Covid-19 yang dirilis setiap hari, mulai dari tingkat kabupaten sampai tingkat negara dan dunia.
Kematian akibat covid-19 dalam level wilayah administratif adalah angka statistic, yang menjadi dasar pengambilan keputusan.
Tetapi bagi individu, kematian bagian dari perjalanan hidup yang harus dihadapi dan dipertanggungjawabkan .
Kematian bisa datang kapanpun, kepada siapapun dengan cara apapun.
Ditengah gencarnya berita kematian akibat Covid-19, berita kematian selebriti dengan cara yang berbeda juga memenuhi media dan jagat maya.
Mereka meninggal justru saat berusaha untuk terhindar dari Covid-19.
Ada yang sedang memenuhi himbauan pemerintah untuk di rumah saja, atau setelah berolah raga untuk menjaga imunitas, dan ada juga karena kecelakaan lalu lintas.
Rahasia kematian, seharusnya sudah cukup bagi PNS untuk memperbaiki mentalnya.
Sebagai warga yang pasti berpancasila, maka PNS akan mengamalkan sila Ketuhanan yang Maha Esa.
Dengan ber-Tuhan, PNS yakin akan adanya karma, baik saat hidup maupun setelah ajal menjemput.
Pekerjaan yang baik akan mendapat karma yang baik, demikian sebaliknya.
Covid-19 seharusnya mendorong PNS, berbuat dan berlaku amanah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/agus-bkd7.jpg)