Breaking News:

Berita Muba

ASN Dilarang Gunakan Tabung Gas 3 Kg, Sanksi Bagi Pelaku Usaha yang Curang, Gas Melon di Muba Langka

Bupati Muba Dodi Reza langsung mengambil tindakan tegas. Melalui Surat Edaran Bupati Muba Nomor: 900/584/Dagperin/2020 Bupati mengatur tentang Harga E

Penulis: Fajeri Ramadhoni
Editor: Welly Hadinata
SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN
Gas LPG 3 Kg (Gas Melon) / ASN Dilarang Gunakan Tabung Gas 3 Kg, Sanksi Bagi Pelaku Usaha yang Curang, Gas Melon di Muba Langka 

Laporan wartawan Sripoku.com, Fajeri Ramadhoni

SRIPOKU.COM, SEKAYU - Langkanya ketersediaan gas LPG ukuran 3 kilogran akhir-akhir ini sempat membuat masyarakat khususnya rumah tangga merasa khawatir.

Terlebih lagi berbagai dugaan seperti adanya permainan oknum di lapangan yang sengaja menimbun semakin membuat resah masyarakat yang memang membutuhkan gas melon tersebut.

Menanggapi hal ini, Bupati Muba Dodi Reza langsung mengambil tindakan tegas. Melalui Surat Edaran Bupati Muba Nomor: 900/584/Dagperin/2020 Bupati mengatur tentang Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Pemakai Gas LPG 3 Kg.

Adapun isi surat edaran Bupati Muba adalah pihak agen mengawasi pangkalan untuk menjual gas LPG 3 Kg sesuai HET dan mengawasi pangkalan untuk tidak menjual gas LPG kepada orang dan pihak tertentu.

"Gas LPG 3 Kg ini tidak boleh dijual ke ASN, rumah tangga dengan penghasilan lebih dari Rp1.500.000, para pelaku usaha industri, cafe, pengoplos, dan restoran, dan usaha mikro yang memiliki kekayaan bersih dari Rp50 juta," tegas Dodi.

Lanjutnya, apabila masih melanggar ketentuan tersebut berdasarkan Keputusan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi maka akan dikenakan sanksi administratif hingga pencabutan izin usaha.

"Kita ingin pemakai gas LPG 3 Kg ini harus tepat sasaran, yakni masyarakat menengah ke bawah dan berpenghasilan rendah," ungkapnya.

Sementara itu, Plt Kadisdagperin Muba Azizah SSos MT menyebutkan pihaknya akan berkoordinasi dengan tim untuk memastikan surat edaran Bupati Muba sampai di lapangan.

"Kalau masih ada yang melanggar ketentuan sesuai edaran Bupati Muba akan diambil tindakan tegas, kami juga akan rutin mengecek kondisi di lapangan," ungkapnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved