Virus Corona di Sumsel

Hasil Swab Test Baru Keluar, Pria Berstatus PDP Meninggal Dunia di Muratara Ternyata Negatif Corona

Seorang pria berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang meninggal dunia Kamis (28/5/2020) lalu tidak terpapar virus corona.

SHUTTERSTOCK/CORONA BOREALIS STUDIO
Ilustrasi 3D virus corona yang menyebabkan Covid-19(SHUTTERSTOCK/CORONA BOREALIS STUDIO) 

SRIPOKU.COM, MURATARA -- Seorang pria berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang meninggal dunia Kamis (28/5/2020) lalu tidak terpapar virus corona.

PDP 04 ini dinyatakan negatif Covid-19 setelah keluar hasil swab test dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Palembang.

Hal ini disampaikan juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Muratara, Susyanto Tunut, Selasa (2/6/2020).

"Rilis yang kami terima dari gugus tugas Provinsi Sumsel, hasil test swab almarhum menyatakan negatif," ujar Susyanto.

Almarhum sudah dua kali diambil sampel swab sebelum meninggal dunia, yaitu pada tanggal 15 dan 16 Mei 2020 dan hasilnya dinyatakan negatif.

Bikin Pasangan Lebih Panjang Umur, Inilah 3 Manfaat Sering Berpelukan pada Pasangan

 

Naik Rp 6.000, Berikut Harga Emas Antam Selasa 2 Juni 2020 Berada di Angka Rp 920.000 per Gram

Diberitakan sebelumnya, pria paruh baya itu menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rupit, Kamis (28/5/2020) dini hari.

Almarhum sudah menjalani perawatan di RSUD Rupit sejak 14 Mei 2020.

Sebelum dirawat di RSUD Rupit, ia rutin berobat di salah satu rumah sakit di Kota Lubuklinggau.

Dia ditetapkan sebagai PDP setelah hasil pemeriksaan rapid test-nya menunjukkan reaktif.

Hasil pemeriksaan dokter yang menanganinya menyatakan terdapat gangguan di organ pernapasannya.

Karena berstatus PDP, almarhum dimakamkan dengan protokol penanganan jenazah Covid-19 di tempat pemakaman desa setempat.

Blak-blakan Bongkar Tabiat Kiwil, Ternyata Istri Kedua Pernah Ditalak Cerai karena Urusan Ranjang

 

Inilah 6 Zodiak Suka Memainkan Pikiran dan Mengendalikan Situasi: Scorpio, Aries hingga Gemini

Keluarganya juga mendukung pelaksanaan pemakaman terhadap jenazah almarhum sesuai protokol Covid-19.

"Ini pelajaran bagi kita semua, bahwa tidak perlu ada stigma negatif kalau ada orang dimakamkan secara protokoler Covid, itu untuk antisipasi saja," kata Susyanto.

Pihaknya terus mengimbau masyarakat untuk tidak panik yang berlebihan dalam menghadapi pandemi virus corona ini, namun tetap waspada dan jangan terlena.

"Tetap patuhi arahan pemerintah, jaga jarak, selalu cuci tangan dengan sabun, selalu pakai masker bila keluar rumah, dan lakukan perilaku hidup bersih dan sehat," imbaunya.

Editor: Yandi Triansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved