Pasar Kebon Semai Ditutup 10 Hari, Sudah 7 Orang Reaktif

Pasar Kebon Semai Sekip Palembang sudah ditutup sementara untuk memudahkan pelaksanaan swab maupun rapid test bagi warga sekitar.

Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM / Maya Citra Rosa
Suasana Pasar Kebon Semai Sekip pasca ada salah seorang pedagang suspec Corona meninggal dunia, Senin (25/5/2020) 

PALEMBANG, SRIPO -- Pasca ditetapkan salah seorang pedagang di Pasar Kebon Semai, Palembang positif Covid-19, puluhan pedagang maupun warga yang kontak langsung dengan pasien positif melakukan rapid test dan swab. Hasilnya tiga orang warga pun dinyatakan reaktif Covid-19.

Melihat fakta itu, Walikota Palembang H Harnojoyo menyebutkan akan mengevaluasi operasional pasar-pasar di wilayah Kota Palembang.

"Pasti akan kita evaluasi. Namun, sampai saat ini para pedagang pasar melalui pengelolanya kita minta untuk mengedepankan standar kesehatan," ujarnya, Selasa (26/5/2020).

Hasil Rapid Test Pasca PDP di Pasar Kebon Semai Sekip Palembang Meninggal, 3 Warga Terus Diperiksa

Untuk itu Harno menambahkan, penutupan Pasar Kebon Semai diambil sebagai upaya untuk menekan angka penyebaran kasus Covid-19. "Jangan sampai kasus ini (positif covid-red) menyebar luas," jelasnya.

Sementara, Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Dagang (PD) Pasar Palembang Jaya Abdul Rizal mengatakan kemarin ada 40 orang yang jalani rapid test, termasuk tukang pijat yang juga sempat kontak dengan pedagang yang meninggal dinyatakan reaktif Covid-19.

Video: Tidak Ada Lagi Aktivitas di Pasar Kebon Semai Sekip, Pedagang dan Keluarga Jalani Rapid Test

"Untuk kita ada empat gelombang rapid test, setiap gelombang akan ada 40 yang ikuti rapid test. Semua yang mengikuti Rapid test ini, baik warga dan pedagang tidak dipungut biaya," jelasnya.

Empat warga diseputaran wilayah Pasar Kebon Semai Sekip Palembang yang menjalani rapid test masal menunjukkan hasil reaktif, Rabu (27/5/2020).

Ini merupakan hari kedua dilakukannya Rapid test pasca N (53) seorang pedagang di pasar kebon semai sekip meninggal dunia dengan status suspect corona, Senin (25/5/2020) lalu.

Tes Swab Belum Keluar, Pedagang di Pasar Kebon Semai Sekip Dimakamkan Sesuai Protap Covid-19

Juru bicara Dinkes Palembang, Yudhi Setiawan mengatakan ada 40 orang yang menjalani rapid test. Sebanyak 28 orang diantaranya merupakan pedagang.

"Dari jumlah tersebut, ada 4 orang yang menunjukkan hasil reaktif dari rapid test," ujarnya.

Sehari sebelumnya, sudah ada 3 warga diseputaran pasar kebon semai sekip yang juga menunjukkan hasil reaktif dari Rapid test.

Sebelumnya, pada hari pertama, gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Palembang melakukan Rapid test pada 34 warga di sekitar pasar tersebut.

Sebanyak 20 orang lainnya menjalani swab.

Lebih lanjut dikatakan bahwa pemeriksaan swab dilakukan pada orang yang pernah kontak langsung dengan kasus positif dalam hal ini N.

Sedangkan bagi yang tidak ada kontak langsung dengan N, maka hanya dilakukan rapid test.

Dikatakan Yudhi, masih ada sekitar 200 pedagang yang belum menjalani pemeriksaan masal terkait covid-19.

Sedangkan pemeriksaan ditargetkan selesai pada Jumat, (28/5/2020) mendatang.

"Karena itu mulai besok sampai lusa, pemeriksaan akan dibagi 2 dengan target 100 orang per hari. Petugas puskesmas juga akan dibantu oleh analisis dari RSUD Gandus," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Dagang (PD) Pasar Palembang, Jaya Abdul Rizal mengatakan Pasar Kebon Semai Sekip Palembang sudah ditutup sementara untuk memudahkan pelaksanaan swab maupun rapid test bagi warga sekitar.

Rencananya penutupan pasar akan dilakukan selama 10 hari.

"Sudah disampaikan juga pada warga yang hasil pemeriksaannya positif, mereka diminta supaya jangan dulu datang ke pasar. Ini sesuai arahan petugas. Mereka yang hasil pemeriksaannya positif, diwajibkan untuk isolasi mandiri dan tidak boleh kemana-mana dulu," ujarnya.

Jaya juga menegaskan hingga saat ini belum ada pengurus maupun pedagang pasar yang menunjukkan hasil positif dari pemeriksaan.

"Jadi disini saya luruskan, sampai kemarin belum ada pengelola atau pedagang yang hasilnya positif. Orang yang hasilnya positif kemarin itu dari pihak keluarga almarhumah (N). Sama 1 orang tukang urut. Mereka yang positif punya riwayat kontak fisik dengan N. Tapi untuk hasil hari ini saya belum dapat kabar. Nanti akan dikabari bagaimana hasilnya," ujar dia.

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved