Virus Corona di Sumsel

Angka Positif Covid-19 di Sumsel Seringkali Dibaca Suatu yang Buruk, Ini Penjelasan Prof Dr Yuwono

Membaca jumlah kasus positif covid-19 harus dibandingkan dengan jumlah kematian di Sumsel yang masih relatif rendah.

SRIPOKU.COM/JATI
Begini Tiga Visi dari Juru Bicara Virus Corona Profesor Yuwono 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Jumlah kasus positif virus corona atau Covid-19  di Sumsel yang sudah mencapai 942 orang per Kamis (28/05/2020), tidak mesti dibaca sebagai kondisi yang buruk.

Ketua Jubir Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Sumsel, Prof. Dr. dr. Yuwono, M.Biomed mengatakan angka tersebut seringkali dibaca buruk oleh sebagian besar masyarakat.

Menurutnya, membaca jumlah kasus positif covid-19 harus dibandingkan dengan jumlah kematian di Sumsel yang masih relatif rendah.

Hal ini karena menurut riset, angka kematian karena Covid-19 sebesar 2-4%, sehingga jumlah kasus positif di Sumsel 915 orang dibandingkan dengan data per hari ini sebanyak 25 orang yang meninggal.

Maka paling tidak seharusnya yang terkonfirmasi positif di Sumsel antara 700-1400 orang, yang artinya di Sumsel masih kurang 500 orang lagi yang harus dideteksi positif.

"Saya malah khawatir kalau angka positif itu baru dibawah 700 orang, kematian kita bisa tinggi kalau itu dibawah angka itu, bisa diatas 4%," Kata Prof Dr Yuwono saat diwawancarai melalui telpon, Rabu (27/05/2020).

Wartawan dan LSM Kecam Pidato Oknum Camat di Kabupaten OKU Selatan Berencana Dibawa ke Jalur Hukum

Masuk Desa di Kabupaten OKI Harus Pakai Masker dan Cuci Tangan, Warga Bentuk Tim Gugus Tugas Desa

Cegah Penyebaran Covid-19, Pedagang Sayur di Pasar Pagi Prabumulih Dipindahkan Justru Kesenangan

Selain itu, pencarian kasus pasien positif di Sumsel juga termasuk aktif sekali, hal ini karena sudah lebih dari 3000 sampel yang diujikan di laboratorium BBLK Palembang.

"Kalau di Jawa itu angka kematiannya lebih tinggi dibandingkan Sumsel, juga pencariannya tidak segencar kita, kalau ketemu langsung diisolasi,  sehingga harusnya data ini dibaca sebagai hal yang baik," ujarnya.

Meskipun demikian, Prof Dr Yuwono meminta masyarakat jangan lengah, tetap patuhi protokol kesehatan.

Walaupun kondisi saat ini masyarakat sudah mulai ramai kembali, dia melihat bahwa masyarakat saat ini sudah dalam keadaan tertib dengan prosedur kesehatan.

"Ini sudah masanya masyarakat yang lelah di rumah saja, tidak apa-apa asal tetap dalam protokol kesehatan," ujarnya. 

Penulis: maya citra rosa
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved