Virus Corona di Sumsel

Seperti tidak Ada Virus Corona, Pasar Inpres Lubuklinggau Ramai Pembeli, Kan Lebaran Setahun Sekali

Menjelang Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran yang akan jatuh pada Minggu (24/5/2020) aktivitas di Pasar Inpres Kota Lubuklinggau ramai warga.

tribunsumsel.com/eko
Warga saat memadati pasar Inpres Kota Lubuklinggau untuk membeli sejumlah kebutuhan pokok jelang hari raya Idul Fitri Sabtu (23/5/2020). 

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Menjelang Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran yang akan jatuh pada Minggu (24/5/2020) aktivitas di Pasar Inpres Lubuklinggau Sabtu (23/5/2020) terpantau ramai oleh warga.

Pantauan Tribunsumsel.com di lapangan,dari pintu masuk hingga jalanan pasar sangat padat sehingga menyebabkan terjadinya kemacetan sampai dalam pasar.

Parkiran yang biasanya sangat lengang, kini penuh oleh kendaraan-kendaraan yang diparkirkan pengunjung di bahu jalan warga berlalu lalang.

25 Tahun Disimpan, Inul Daratista Jujur soal Adam Suseno: Jangan Ketahuan Hamilin Perempuan Lain

Bahkan status Lubuklinggau sebagai wilayah zona merah Covid-19 atau Virus Corona seolah tak dihiraukan oleh para pengunjung dan para pedagang.

Tampak jelas protokol kesehatan dalam pencegahan Covid-19 diacuhkan sebagian masyarakat, entah itu memakai masker atau menjaga jarak.

Sejumlah kebutuhan pokok pun melonjak dari pada biasanya. harga daging misalnya biasanya Rp 110 ribu naik mencapai Rp 140 ribu per kilogram.

Harga ayam potong sebelum Ramadan lalu harganya hanya Rp 25 ribu, naik menjadi Rp 34 ribu per kilogram, begitu juga cabai biasanya hanya Rp 30 ribu naik menjadi Rp 40 ribu perkilogram.

Linda (30) salah satu pengunjung terlihat berdesak-desakan di lapak penjual daging mengaku terpaksa berdesak-desakan membeli daging demi merayakan lebaran.

Video : Dampak Corona, Nikita Mirzani tak Bagi-bagi THR ke Tetangga, Keuangan Nyai Lagi Seret

"Lebaran ini kan setahun sekali, kita biasa kalau jelang lebaran ini selalu membeli daging, ayam, dan sayuran di pasar ini," ungkapnya pada Tribunsumsel.com.

Ketika disingunng apakah tak khawatir berdesak-desakan akan terpapar virus Covid-19, ia pun mengaku sebenarnya sangat khawatir namun mau bagaimana lagi demi untuk membeli kebutuhan lebaran.

"Kalau jaga jarak memang susah, karena pasar inikan ramai, tapi untuk antisipasi kita pakai masker, nanti setelah pulang langsung ganti pakaian," terangnya.

Sementara Marwah salah satu pedagang mengatakan warga mulai ramai datang berbelanja mulai pukul 04.00 WIB dan puncaknya paling ramai sekira pukul 06.00 WIB - 08.00 WIB.

"Kalau pagi tadi ramai sekali pak, jauh lebih ramai dari ini, tumpah ruah, seperti tidak ada Virus Corona saja, seperti pasar normal menjelang lebaran biasa," singkatnya.

Editor: Refly Permana
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved