Virus Corona di Sumsel

Jajak Pendapat PSBB Palembang Via Sumsel Virtual Vest 2020, Warga: Mengapa Nggak dari Awal?

Untuk itu Tribun Sumsel dan Sriwijaya Post mengadakan Live Talk Sumsel Virtual Fest 2020 melalui YouTube, Instagram, dan Facebook Sriwijaya Post.

Editor: Refly Permana
SRIPOKU.COM / Anton
Ilustrasi PSBB Palembang 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) memperkirakan bahwa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akan mulai diterapkan di Palembang dan Prabumulih pada H+2 lebaran.

Menyikapi hal tersebut, tentu banyak masyarakat bertanya-tanya, kenapa PSBB akan diberlakukan setelah Lebaran?

Lalu, apa pendapat masyarakat tentang PSBB ini?

Prihatin, Tinggal di Gubuk Sawah dengan Cucu 5 Tahun Setelah Mak Iah Jual Rumah

Untuk itu Tribun Sumsel dan Sriwijaya Post mengadakan Live Talk Sumsel Virtual Fest 2020 melalui YouTube, Instagram, dan Facebook Tribun Sumsel dan Sriwijaya Post, Kamis (14/5/2020).

Sebagai host yaitu Pemimpin Redaksi Harian Umum Sriwijaya Post dan Tribun Sumsel, Hj L Weny Ramdiastuti, yang membacakan komentar-komentar dari masyarakat hingga pejabat terkait.

Cukup banyak komentar warga selama live talk tersebut berlangsung.

Beberapa di antaranya:

Ajeng:

Sudah tahu bahwa akan diberlakukan PSBB, namun sebagai kariyawan merasa berat, berharap jam kerja bisa dikurangi.

PSBB nggak perlu, karena kasus meninggal juga tidak banyak dan yang sudah mulai sembuh juga banyak. 

Paling tetap jaga imunitas, jangan terlalu was-was biar tidak down.

Himawan:

Pemerintah lamban menyikapi PSBB. Seharunya sejak awal sudah disiapkan, sehingga tidak ada kesenjangan waktu yang lama.

Daerah lain itu rata-rata paling lama 7 hari, sedangkan Sumsel ini sampai 13 hari.

Noerman:

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved