Virus Corona di Sumsel

Gara-gara Memberitakan Rapid Test Corona, Seorang Wartawan di Muratara Dikeroyok, Dicekik & Dipukul

Katanya ayuknya dijauhi orang gara-gara berita itu, dia tidak senang. Saya jawab, saya beritakan itu berdasarkan rilis gugus tugas Covid-19 Muratara

Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/ANTONI AGUSTINO
Ilustrasi: Seorang wartawan senior di Muratara dikeroyok sejumlah orang gara-gara memberitakan rapid test corona. 

SRIPOKU.COM, MURATARA - Seorang wartawan di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) Provinsi Sumatera Selatan mengaku mendapat perlakuan yang tak mengenakkan.

Wartawan media lokal di 'Bumi Beselang Serundingan' ini diduga menjadi korban pengeroyokan oleh tiga orang yang tidak dikenalinya.

Wartawan tersebut bernama Abdul Majid (45), warga Desa Lubuk Kemang, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Muatara.

Dia dikeroyok saat hendak membeli makanan menjelang berbuka puasa, Rabu (13/5/2020) kemarin sekitar pukul 17.30 WIB.

Kejadian pengeroyokan itu terjadi dalam perkampungan Desa Remban, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Muatara.

Abdul Majid menceritakan, awalnya dia mengendarai mobil sendirian hendak mencari jualan makanan untuk berbuka puasa.

Tiba-tiba dipepet dan diminta berhenti oleh seorang pria mengendarai sepeda motor.

"Saya tidak kenal dengan dia. Mobil saya dipepet, dihadangnya pakai motor, saya berhenti," kata Abdul Majid kepada Tribunsumsel.com, Kamis (14/5/2020).

Lalu Majid turun dari mobilnya dan menanyakan mengapa ia diberhentikan, sedangkan ia tidak punya masalah orang orang tersebut.

Kata Majid, pelaku sedang mencari wartawan yang memberitakan keluarganya yang dinyatakan reaktif rapid test corona, Jumat (8/5/2020) pekan lalu.

"Katanya ayuknya dijauhi orang gara-gara berita itu, dia tidak senang. Saya jawab, saya memberitakan itu berdasarkan rilis pers gugus tugas Covid-19 Muratara," ujar Majid.

Keduanya sempat cekcok mulut, lalu datanglah dua orang teman pelaku dan langsung mencekik serta memukul korban dengan tangan kosong.

Beruntung ada warga yang melerai pengeroyokan itu, sehingga tidak terjadi kejadian yang lebih parah.

Korban lalu pulang ke rumahnya dan memberitahukan kepada keluarganya tentang kejadian yang menimpanya itu.

Korban meminta pendampingan organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Muratara untuk melapor ke kantor Polsek Rawas Ulu.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved