Virus Corona

Penyelidikan Asal Usul Covid-19, Memancing Ketegangan Australia dan China

Menteri Luar Negeri Australia, Marise Payne sebelumnya mendorong adanya penyelidikan menyeluruh atas asal-usul pandemi Covid-19, termasuk upaya awal

Editor: Yandi Triansyah
ABC News: Matt Roberts
Duta Besar China untuk Australia Cheng Jingye menyebut upaya Australia mendorong penyelidikan asal-usul Covid-19 sebagai suatu manuver politik. ((ABC News: Matt Roberts)) 

SRIPOKU.COM, AUSTRALIA -- Menteri Luar Negeri Australia, Marise Payne sebelumnya mendorong adanya penyelidikan menyeluruh atas asal-usul pandemi Covid-19, termasuk upaya awal penanganan yang dilakukan China di kota Wuhan.

Namun ternyata usulan tersebut memancing ketegangan antara dua negara.

China merespon usulan Menlu Australia tersebut.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang menyebut usulan Australia sama sekali tidak berdasar.

"Keraguan mengenai transparansi China bukan hanya tak sesuai fakta, tapi juga tidak menghargai upaya dan pengorbanan luar biasa dari rakyat China," kata Geng Shuang, Kamis (30/4/2020), seperti dikutip dari Kompas.com.

Tak berhenti sampai di situ, Dubes China untuk Australia Cheng Jingye pada pekan lalu mengisyaratkan jika Australia terus mendorong penyelidikan ini, bisa saja konsumen di China berhenti membeli produk dan jasa Australia.

Terlilit Utang Rp326 Miliar,Mike Tyson Jual Rumah Mewah 52 Ruangan

 

Siasat Licik Liverpool Taklukkan Barcelona di Liga Champions, Terungkap Bicara Lewat Kontak Mata

"Mungkin saja orang awam (di China) akan bilang, mengapa kita harus minum anggur Australia atau makan daging sapi Australia?" kata Cheng dalam wawancara dengan Australian Financial Review.

Pihak Australia yang menafsirkan pernyataan Dubes Cheng Jingye sebagai ancaman "tekanan ekonomi" menyatakan tidak akan mengubah kebijakannya.

Menteri Perdagangan, Simon Birmingham menyebutkan, Pemerintah Australia telah menghubungi Dubes China terkait permasalahan ini.

"Australia tidak akan mengubah posisi kebijakan kami pada masalah kesehatan masyarakat karena adanya tekanan atau ancaman tekanan ekonomi," kata Menteri Birmingham.

"Jelas rakyat Australia berharap pemerintahnya memastikan perlunya transparansi dan penyelidikan atas kematian ratusan ribu orang di seluruh dunia, untuk mencegah hal ini terjadi lagi," jelas Birmingham

Ia menyatakan bahwa setiap perbedaan kebijakan Australia dan China, seharusnya tidak akan mengganggu hubungan perdagangan kedua negara.

"Ekonomi kita adalah pemasok penting bagi ekonomi China, begitu pula ekonomi China memasok barang, sumber daya alam, dan jasa bagi perekonomian Australia," ucap Menteri Birmingham.

Jerit ART Tahu Biaya Operasi Ditanggung Ashanty,Langsung Kirim Deposito ke Rumah, Istri Anang Ngamuk

 

Ramalan Bintang Cinta Kamis 30 April 2020: Kesedihan Capricorn akan Dihapuskan oleh Teman Spesial

Ada pun Kedutaan Besar China di Canberra merilis penyataan setelah adanya panggilan telepon dari Sekretaris Departemen Luar Negeri, Frances Adamson ke Duta Besar Cheng Jingye.
Kedubes China menuduh Australia tengah melakukan permainan politik, dan menyinggung bahwa Adamson telah "berusaha keras" menjelaskan usulan penyelidikan Covid-19.

"Sekretaris Adamson mencoba yang terbaik untuk membela proposal Australia tentang penyelidikan independen, dengan mengatakan proposal tersebut tidak memiliki motif politik atau menargetkan China," kata jubir Kedubes China.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved