Wawancara Eksklusif

Perawat RS yang Terpapar Covid-19: Tenaga Medis Hanya Jalankan Tugas dan Ikhlas dengan Resikonya

Perjuangan sebagai tenaga medis yang juga memiliki keluarga ditengah Pandemi Covid-19 tidaklah mudah.

Handout
Seorang perawat RS Siloam Palembang, Ns. Pungu Lestari S.Kep, dinyatakan sembuh dari Covid-19, Selasa (28/4/2020). 

TENAGA medis menjadi salah satu yang paling rentan terpapar Covid-19. Perjuangan sebagai tenaga medis yang juga memiliki keluarga ditengah Pandemi Covid-19 tidaklah mudah, bahkan harus merelakan diri mereka sendiri dengan segala resikonya selama bertugas.
Pungu Lestari S.Kep, salah satunya. Bekerja sebagai perawat di RS Siloam Sriwijaya positif terkonfirmasi sebagai pasien Covid-19 pasca melakukan menjalani pemeriksaan swab 14 April di RS Siloam Palembang, kemudian mendapat perawatan lanjutan isolasi di RS. Siloam Palembang (16 Maret - 28 April), setelah keluar hasil swab/PCR (+) Covid 19.
Berikut wawancara ekslusif dengan Pungu Lestari SKep, Selasa (28/4/2020).

• Awal mula bisa tahu mba positif bagaimana?
Dari hasil swab 14 April lalu, puji Tuhan semalam, Senin 27 April 2020 saya sebagai pasien covid (+) mendapatkan hasil pemeriksaan PCR 2x (-) setelah menjalani perawatan di RS Siloam Sriwijaya Palembang dari tgl 16 April s.d 28 April 2020.

• Saat dinyatakan positif, kondisi Anda saat itu seperti apa? Tes swab dilakukan agar dasar inisiatif Anda atau direkomendasikan oleh RS tempat Anda bekerja?
Saya merasa tidak ada gejala sama sekali. Namun, selama isolasi di rumah sakit, keluhan yang saya alami hanya bibir kering dan sudah mendapatkan penanganan oleh tim dokter. Tes swab dilakukan dari rekomendasi RS.

• Selama dirawat penanganan dokter seperti apa?
Obat antibiotik 5 hari sama vitamin. Tata laksana saya serahkan sepenuhnya kepada tim medis yang merawat. Vit C 1000 per oral, Azithromicin 1x500 mg selama 5 hari.

• Saat ini infonya Anda sedang dalam kondisi hamil betulkah?
Iya, saya dalam kondisi hamil 30 Minggu. Namun tim dokter terutama dokter Obgyn siaga memantau perkembangan janin saya. Dengan vitamin hamil seperti Folamil genio 1×1 caps, Cormega 1x1 caps, Osfit DHA 1x1 caps dengan beberapa tambahan, madu 2x1 sendok makan dan dioles dibibir, air putih hangat, banyak asupan, diet TKTP, (sehari makan 3 telur, saya hanya makan putihnya saja karena memang tidak suka kuning telur), banyak makan buah-buahan, dalam sehari saya makan 3 jeruk, 2 pisang, beberapa potong semangka, tetap menerapkan PHBS, olahraga walau hanya jalan keliling kamar.

• Dukungan keluarga selama isolasi seperti apa?
Sangat besar sekali, mereka selalu mendoakan dan mensupport saya. Tetapi saat ini belum pulang masih di RS sambil menanti jemputan keluarga.

• Pasca terkonfirmasi positif Covid-19, apa hikmah yang bisa Anda petik?
Hikmahnya selalu positive thinking, tenang dan tetap waspada. Jika terdiagnosa Covid-19 tetap tenang dan ikutin aturan para medis selama perawatan. Selama karantina saya banyak berdoa dan selalu bersyukur buat setiap hari baru yang Tuhan berikan, saya juga memilih untuk enjoy dan menikmati kesendirian saya selama isolasi dengan menonton, dengarkan lagu rohani, videocall keluarga dan teman, semua yang bikin senenglah. Apalagi selesai isolasi saya sangat senang karena mau ketemu keluarga terutama anak.

• Setelah ini masih bertugaskah mba di Siloam atau cuti untuk sementara waktu?
Saya dapat waktu istirahat 14 hari di rumah.

• Apakah ada yang ingin disampaikan ke masyarakat yang masih keluar rumah?
Buat masyarakat tolong patuhi himbauan pemerintah dan para ahli, jaga jarak, pakai masker, cuci tangan dan berperilaku hidup bersih. Juga tolong hapus stigma negatif kepada tenaga kesehatan dan pasien-pasien Covid.
Saya teringat dengan kasus temen saya kemarin. Tenaga medis cuman menjalankan tugasnya dan ikhlas dengan resikonya. (rahmaliyah)

Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved