Mayat Peremuan di Dwikora

Ini Keseharian Perempuan Pengacara yang Ditemukan Meninggal di Kosan Jalan Dwikora 2 Palembang

Ema merupakan Kepala Divisi Hak Ekonomi dan Budaya di LBH Palembang dan selama ini diketahui rekannya tidak banyak berecerita.

handout
Mendiang Ema semasa hidup. Pengacara dari LBH Palembang ini ditemukan tidak bernyawa di dalam kamar kosan yang ia tempati. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Penemuan mayat di Jalan Dwikora 2, Kelurahan Lorok Pakjo. Kecamatan IB I, Palembang Rabu (29/4/2020) membuat masyarakat setempat menjadi heboh.

Diketahui, mayat tersebut berjenis kelamin perempuan bernama Desmadasari (40). 

Perempuan yang kerap disapa Ema tersebut diketahui sebagai warga Bengkulu yang berprofesi sebagai pengacara di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Palembang.

Mayatnya ditemukan pertama kali oleh teman kosnya yang bersebelahan dengan kamar Ema di lantai 2 sekitar pukul 08.00 WIB.

Ramayana Store Palembang Kembali Buka, Kini Hanya Buka Satu Pintu, Juga Ada Layanan Order by Online

Menurut Taslim selaku Direktur LBH Palembang tempat dimana Ema bekerja mengatakan, selama ini dirinya mengetahui Ema mengidap penyakit jantung.

Ema merupakan Kepala Divisi Hak Ekonomi dan Budaya di LBH Palembang dan selama ini diketahui rekannya tidak banyak berecerita mengenai kehidupan pribadinya.

Selain itu juga, semasa hidup, Ema dikenal jarang mengontak atau menghubungi rekan-rekannya jikalau tidak terlalu penting.

"Ema ini jarang berkomunikasi dengan kami, kalau berkomunikasi misalkan ada masalah pekerjaan saja," kata Taslim.

Ema biasanya sering menangani tindak Perkara Hubungan Industrial ditempat ia bekerja.

Menjawab Kebutuhan Pasar, Panen Teaching Factory Kementan Mampu Hasilkan 5 Ton Semangka

Rekan korban terakhir kontak dengan korban sudah hampir dua minggu yang lalu.

"Korban ini terakhir kontak dengan kami sekitar dua minggu yang lalu, selama bulan puasa ini korban tidak pernah kontak dengan kami," kata Taslim

Sementara di lokasi kejadian, pada saat pertama kali ditemukan, teman kost Ema melihat adanya darah yang keluar dari pintu kamar kos korban.

Kemudian langsung melapor kepada pengelola kos dan pengelola kos langsung melaporkan kepada RT dan pihak kepolisian.

Informasi yang didapat, posisi tubuh Ema pertama kali ditemukan, yakni dalam kondisi telungkup dengan mengenakan busana lengkap.

Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved