Breaking News:

Menjawab Kebutuhan Pasar, Panen Teaching Factory Kementan Mampu Hasilkan 5 Ton Semangka

Kementan mampu menjawab kebutuhan pasar di Bulan Ramadhan ini, setidaknya dengan menyumbang 5 Ton semangka di musim panen perdana

Editor: Welly Hadinata
IST
Melalui Teaching factory BPPSDMP yang ada di SMK PP Negeri Sembawa, Kementan mampu menjawab kebutuhan pasar di Bulan Ramadhan ini, setidaknya dengan menyumbang 5 Ton semangka di musim panen perdana yang belum sepenuhnya menghasilkan. 

SRIPOKU.COM - Pandemi covid-19 masih belum mengalami penurunan, justru semakin meningkat dibeberapa daerah di Indonesia.

Daerah yang memiliki resiko tinggi penularan Covid-19, mulai menerapkan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) sesuai dengan instruksi Presiden Republik Indonesia.

Salah satu Provinsi  yang akan melakukan PSBB adalah Sumatera Selatan (Sumsel), karena Sumsel telah menembus angka 130 orang positif corona dan memiliki dua daerah yang masuk kedalam zona merah. (Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumsel, (27/4/2020)).

Di tengah pandemi yang semakin hari semakin bertambah, membuat beberapa instansi dan perusahaan di Sumsel melakukan Work From Home (WFH).

Akan tetapi kebutuhan pangan yang dihasilkan dilapangan tidak bisa dilakukan dari rumah/WFH, kegiatan harus tetap berlangsung dilapangan.

Pangan merupakan kebutuhan dasar bagi manusia yang harus dipenuhi setiap saat, ini adalah tugas berat bagi petani disaat pandemi.

“Dalam melaksanakan tugas yang berat ini, kita semua harus sehat, karena dengan tugas yang berat hanya dapat dilakukan dengan tubuh yang sehat”, ujar Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Berdasarkan program Kementerian Pertanian (Kementan) agar pertanian tidak berhenti, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya manusia Pertanian (BPPSDMP) Prof. Dr Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr menyampaikan kepada jajarannya untuk berupaya berproduksi, karena pertanian tidak boleh berhenti.

Melalui Teaching factory BPPSDMP yang ada di SMK PP Negeri Sembawa, Kementan mampu menjawab kebutuhan pasar di Bulan Ramadhan ini,  setidaknya dengan menyumbang 5 Ton semangka di musim panen perdana yang belum sepenuhnya menghasilkan.

Dengan lahan seluas 1,5 Ha dan populasi tanaman + 4500 batang, diharapkan nantinya mampu menghasilkan 35 – 40 Ton di setiap panennya.

Hanya dalam waktu kurang dari 2 jam 5 Ton semangka habis terjual, di ambil oleh tengkulak yang nantinya akan mereka jual lagi ke konsumen.

Kedepan SMK PP Negeri Sembawa akan memperluas lahan budidaya semangka, guna menunjang kebutuhan buah dalam negeri.

Tak hanya semangka SMK PP negeri Sembawa juga tetap terus memproduksi hasil ternak ataupun kebun lainnya seperti telur, daging ayam, serta cabai keriting merah secara kontinuitas.

 “Bulan suci Ramadhan ini semangka sangat banyak diminati oleh masyarakat, dikarenakan rasanya yang segar serta harganya yang murah. Namun dibalik harga yang murah semangka juga mempunyai manfaat untuk kesehatan tubuh, dikarenakan semangka memiliki zat Likopen yang mampu meningkatkan fungsi jantung”  tutur Kepala SMK PP Negeri Sembawa Ir. Mattobi’i, M.P. 

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved