245 Orang Terlacak Kontak dengan Positif Covid-19
Saat ini ada 245 orang yang terlacak melakukan kontak dengan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan kini hasil laboratoriumnya belum keluar
PALEMBANG, SRIPO -- Hampir satu bulan sejak penemuan kasus konfirmasi positif Covid-19 pertama di Sumatra Selatan pada 24 Maret lalu hingga kini tercatat sudah 93 kasus positif. Sebanyak 4 kasus terakhir, 2 dari Palembang dan 2 dari Prabumulih.
Juru Bicara Penanganan Covid-19 di Sumsel, Yusri, belum banyak kasus positif virus Corona di Sumsel tidak seperti fenomena gunung es meskipun belum banyak kasus positif yang ditemukan.
Satuan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Sumsel pun terus lakukan pelacakan kontak (contact tracing) kasus positif yang telah ditemukan sebelumnya.
• PDP Meninggal Dunia di RS dr Noesmir Baturaja Ditangani Sesuai Standar Covid-19, Hasil Swab Senin
• BREAKING NEWS: Kasus Positif Covid-19 di Sumsel Bertambah Empat, Tujuh Lagi Sentuh Angka 100
"Semua yang (ada riwayat dengan kasus positif sebelumnya) kontak sudah semua diisolasi walaupun hasil laboratorium masih menunggu," ujarnya, Kamis (23/4/2020).
Disebutkan Yusri, saat ini ada 245 orang yang terlacak melakukan kontak dengan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan kini hasil laboratoriumnya masih belum keluar.
"Walaupun belum ada gejala, orang yang ada kontak dengan orang yang positif sudah kita isolasi. Ada yang diisolasi di wisma atlet, ada yang (secara mandiri) di rumahnya dan dipastikan orangnya patuh orangnya mengerti kesehatan," jelas Yusri.
Gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Sumsel, mengungkap kluster atau kelompok penularan covid-19 di Prabumulih dan Palembang.
Seperti diketahui, Prabumulih dan Palembang telah ditetapkan sebagai zona merah penyebaran covid-19 di Sumatera Selatan.
Penetapan ini dikarenakan sudah ditemukan adanya kasus transmisi lokal atau penularan virus covid-19 yang terjadi dari masyarakat ke masyarakat lokal dalam satu kawasan wilayah.
"Kita baru saja menerima data klulaster dari wilayah Prabumulih dan Palembang," ujar juru bicara bicara gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Sumsel, Yusri dalam teleconference kepada awak media, Kamis (23/4/2020).
Lebih lanjut dikatakan, untuk wilayah kota Prabumulih, dikatakan bahwa klaster berasal dari pasien 02 yang saat ini telah meninggal dunia.
Seperti diketahui beberapa anggota pasien 02 kemudian hari juga dinyatakan positif terjangkit covid-19.
Sedangkan di kota Palembang, Yusri mengungkap bahwa klaster covid-19 justru terjadi di rumah sakit.
"Untuk di Prabumulih, klaster diketahui terjadi antara pasien 02. Sedangkan di Palembang, kita baru tahu kalau ada klaster dari rumah sakit," ungkapnya. (mg3/cr8)