Virus Corona di Sumsel

Klaim Sudah Ada 3 Pasien Covid-19 Sembuh,ini Suplemen Sinergy yang Dibuat Seorang Profesor di Sumsel

Mantan Camat Kalidoni sekaligus peneliti dalam Komunitas Ilmuan Peduli Covid-19, Arie Wijaya menyatakan, racikan Suplemen anti virus Covid-19

SHINTA ANGRAINI/TRIBUNSUMSEL.COM
Arie Wijaya cmantan camat Kalidoni Palembang 

SRIPOKU.COM,PALEMBANG -- Mantan Camat Kalidoni sekaligus peneliti dalam Komunitas Ilmuan Peduli Covid-19, Arie Wijaya menyatakan, racikan Suplemen anti virus Covid-19 yang di namakan Suplemen Sinergy telah dibuat sebanyak 50 ton untuk Indonesia, Rabu (22/4/2020). 

Suplemen ini diakui Arie sudah menyembuhkan tiga orang pasien positif Covid-19. Namun meski begitu, suplemen ini tak jarang juga ditolak. 

Suplemen tersebut akan diberikan secara gratis untuk para pasien yang terkena virus Covid-19 di seluruh Indonesia.

" Untuk sekarang sudah ada 50 ton dan akan diberikan secara gratis kepada pasien positif virus Covid-19 di seluruh Indonesia," kata dia.

Cerita Pria Ditolak Istrinya Pulang ke Rumah Karena Takut Terpapar Covid-19, Sempat Mau Bunuh Diri

 

Gugus Tugas Covid-19 Sumsel Belum Terima Laporan Warga Muarojambi Positif Corona di Sumsel

Dijelaskannya, 50 ton suplemen tersebut, bukan untuk Kota Palembang saja melainkan Seluruh Indonesia.

Namun hal tersebut belum bisa di pastikan tergantung pemerintah apakah menerima suplemen ini atau tidak.

Karena menurutnya terkait suplemen ini meskipun sudah ada tiga pasien yang sembuh karena suplemen ini masih banyak pihak RS yang menolak dengan alasan tidak sesuai SOP yang ada.

Namun hal tersebut tidaklah menjadi hambata, karena ia bersama timnya sedang melakukan uji coba baik kepada pasien yang ada di Palembang dan di Jakarta.

" Semoga dengan banyaknya uji coba ini bisa meluluskan suplemen ini," terangnya.

Diberitakan sebelumnya suplemen tersebut merupakan upgrade dari racikan obat diabetes yang di buat oleh profesor dan telah di jual secara umum 2 tahun lamanya.

Bahan utama dari obat ini ialah gula dari racikan diabates dan di tambah racikan anti virus Covid-19.

Fungsi suplemen ini menurutnya bukan mematikan virus Covid-19 yang ada di tubuh melainkan memecahkan protein yang ada dalam tubuh pasien menjadi asam aminu dan nukleat.

Yang mana dalam protein tersebut terdapat virus Covid-19, sehingga secara otomatis telah mematikan virus yang berada dalam tubuh pasien tersebut.

"Jadi yang di sasar oleh suplemen ini proteinnya ya mbak bukan virusnya tapi dalam protein pasti ada virus," terangnya.

Penulis: anisa rahmadani
Editor: Yandi Triansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved