Virus Corona
India Lockdown, Impor Daging Kerbau Belum Bisa Direalisasikan
Sampai saat ini, impor daging kerbau asal India belum bisa direalisasikan. Hal itu karena adanya lockdown (karantina wilayah) di negara tersebut.
SRIPOKU.COM, JAKARTA - Sampai saat ini, impor daging kerbau asal India belum bisa direalisasikan.
Hal itu karena adanya lockdown (karantina wilayah) di negara tersebut.
Demikian disampaikan oleh Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR yang diselenggarakan secara virtual, Senin (20/4/2020).
"Impor daging kerbau dari India sebanyak 5.000 ton selama Maret hingga Mei 2020, namun saat ini terkendala karena diberlakukannya kebijakan lockdown oleh pemerintah india yang diperkirakan sampai 3 mei 2020," ujar Budi.
• Harga Daging Ayam Potong dan Cabe Merah di PALI Turun, Ibu-ibu Langsung Borong
• Melemah, Nilai Tukar Rupiah Selasa 21 April 2020 di Atas Rp 15.500 Per Dollar AS
Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Padahal menurut Budi, Bulog sudah mendapatkan kuota impor daging kerbau sebanyak 100.000 ton di tahun ini. Sementara, stok daging kerbau Bulog saat ini hanya 97,41 ton.
Hal senada pun disampaikan oleh Dirut PT Berdikari Harry Warganegara.
Dia mengatakan, meski sudah mendapatkan kuota impor daging kerbau sebanyak 50.000 ton, tetapi Berdikari juga belum bisa merealisasikan impor tersebut.
"Kondisinya sama dikarenakan India masih lockdown. kami berharap paling cepat awal Mei mereka sudah membuka lockdown, kita sudah bisa berangsur-angsur untuk mengimpor daging kerbau," ujar Harry.
Meski begitu, Harry pun mengatakan PT Berdikari dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) juga sudah ditugaskan untuk mengimpor daging sapi asal Brasil.
Dia menyebut, kuota impor yang ditugaskan sebanyak 10.000 ton di 2020.
Namun, proses impor juga belum bisa dilaksanakan mengingat Kementerian Perdagangan belum menerbitkan surat persetujuan impor (SPI) kepada Berdikari.
"Kami sedang menunggu izin impor dari Kemendag, dari Kementan [rekomendasi] sudah keluar, baru kami masukkan ke Inatrade, dan kami berharap bahwa minggu ini keluar.
Dengan ini tentunya kita bisa mengimpor daging sapi asal Brasil," jelas Harry.
Dan jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/daging-kerbau-laris-manis-diserbu-warga-kelurahan-pangkalan-balai-banyuasin.jpg)