Wawancara Eksklusif

Spesialis Paru-THT Jadi Ujung Tombak

Isolasinya pun bukan harus di infus atau apa cuma butuh Istirahat aja,makanan bergizi,vitamin C, suruh berjemur dan olah raga aja.

DOK. SRIPO
dr Anton Suwindro 

PANDEMI Covid-19 telah membuat ratusan nyawa meninggal dunia. Covid-19 ini pun cepat menyebar dan bisa menyerang siapapun tak terkecuali bagi tenaga medis yang menjadi garda terdepan penanganan pandemi. Jumlah tenaga medis yang terpapar Covid-19 di Kota Palembang kembali bertambah, terbaru dikabarkan pegawai RS Siloam Sriwijaya positif Covid-19 dengan status Orang Tanpa Gejala (OTG) sehingga harus melakukan isolasi mandiri di rumah.

Atas inisiatif dari pihak RS Siloam, Risma Ester Simanjuntak yang bekerja sebagai perawat kemudian dibawa ke RS Siloam Sriwijaya guna mengefektifkan upaya isolasi mandiri terhadap pasien Covid-19 dengan status OTG tersebut selama 14 hari ke depan.

Berikut wawancara ekslusif Sriwijaya Post dengan Dr Anton Suwindro MKes, Direktur Medik & Pelayanan RS Siloam Sriwijaya, Minggu (19/4/2020)

• Sebelum dilakukan Isolasi Mandiri di RS, apakah benar ada kesalahpahaman terjadi antara warga dan pegawai yang bersangkutan?
Terkait hal itu, mungkin ada miskomunikasi saja, saat ini mereka tengah diisolasi di RS Siloam.

• Bagaimana kondisi pasien sejak diisolasi di RS Siloam?
Tidak ada masalah, semuanya dalam kondisi sehat sebab mereka statusnya OTG, seperti dokter-dokter yang dihebohkan itu.
Isolasinya pun bukan harus di infus atau apa cuma butuh Istirahat aja,makanan bergizi,vitamin C, suruh berjemur dan olah raga aja. Mudah-mudahan cepet pulih lagi

• Kenapa akhirnya dilakukan isolasi mandiri di RS?
Pertanyaannya sama tidak dengan di wisma atlet, sama. Daripada dilakukan di kost-kostan, lebih baik kita bisa mengawasinya langsung.

• Selama pegawai di isolasi di RS, terkait biaya penanganan ditanggung oleh pemerintah apa RS sendiri?
Kalau OTG (orang tanpa gejala) kan seharusnya isolasi mandiri di rumah, karena dia bukan orang sini ya kita tampung disini, ini bukan tanggungan pemerintah jadi tanggungan RS Siloam. Makanannya, ya gizi seimbang aja, kan kita ada petugas gizi yang mengukur kebutuhan gizinya.

• Bagaimana pelayanan di RS Siloam pasca ada pegawai terkonfirmasi positif?
Pelayanan tetep prima, tetap bahu membahu. Tidak serta merta satu perawat sakit, terus pelayanan terhenti. Pelayanan masih seperti biasa, cuma lebih powerfull dalam menjaga kesehatan kita/tenaga medis.

• Kabarnya jadwal Dokter Spesialis kini dibatasi benarkah? Termasuk spesialis Paru dan THT?
Untuk dokter spesialis tergantung mereka sendiri. Kalau dr SpP (Spesialis Paru) dan THT itu ujung tombak kami.

• Lalu, bagaimana SOP penanganan/antisipasi penyebaran Covid-19 di RS Siloam Sriwijaya?
Kalau untuk SOP penanganan di lingkungan RS kita sudah terapkan. Seperti setiap 3 jam exalator, tombol-tombol lift dan kursi didisenfektan, dan saat malam semua ruangan dari radiologi sampe tepat praktek dokter disemprot disenfektan serta semua dokternya menggunakan APD, sampe petugas registrasi ,pharmacy semua pake APD. jadi insyaAllah aman. Masyarakat tak perlu khawatir.

• Adakah kiat menjaga kondisi tubuh pegawai tetap fit selama bertugas? Semisal minum jamu.
Selain bersyukur kepada Tuhan, jaga diri, jaga hati, jaga mulut. Powerfull untuk keamanan dan keselamatan.

Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved