Arab Saudi Tiadakan Tarawih

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mengeluarkan kebijakan untuk meniadakan pelaksanaan salat tarawih di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Tayang:
Editor: Soegeng Haryadi
Ganoo Essa/REUTERS
Petugas kebersihan dengan peralatan lengkap sedang membersihkan area Kakbah di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, Selasa (3/3/2020). 

JAKARTA, SRIPO -- Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mengeluarkan kebijakan untuk meniadakan pelaksanaan salat tarawih di Masjidil Haram (Mekkah) dan Masjid Nabawi (Madinah). Keputusan ini diambil untuk mencegah terus berkembangnya virus corona atau Coronaviruse Disease of 2019 (Covid-19) dan sejak Maret dilakukan pembatasan di Masjidil Haram.

Data sebaran Covid-19 yang dipublikasi sampai Jum'at (17/4) malam, 6.380 orang dinyatakan terinfeksi virus corona, dan 83 diantaranya meninggal dunia. Sementara di Indonesia, tercatat 5.923 orang dinyatakan positif dan kematian mencapai 520 dan sampai kemarin angka penambahan korban terpapar Covid-19 bertambah 407 orang.

Karena Virus Corona Raja Salman Asingkan Diri di Pulau, 150 Bangsawan Kerajaan Arab Saudi Terinfeksi

Arab Saudi Hentikan Salat Berjemaah di Masjid, Kecuali 2 Masjid Suci ini Tetap Dibuka

Terkait aturan penyelenggaraan sholat tarawih di rumah, diberlakukan untuk seluruh masjid di Arab Saudi. Penerapan sholat di rumah ini senada dengan saran dan intruksi dari Kementerian Kesehatan Arab Saudi, untuk berhati-hati dan menjaga jarak selama pandemi virus corona.

“Penangguhan sholat wajib lima waktu di masjid menjadi di rumah, lebih penting daripada sholat tarawih. Kita meminta Allah SWT menerima sholat tarawih di tempat yang lebih baik untuk kesehatan. Selain menerima ibadah, kita juga meminta Allah SWT melindungi semuanya dari virus corona yang menyerang seluruh dunia,” demikian penjelasan Menteri Urusan Islam Arab Saudi Dr Abdul Latif Al Sheikh, seperti dari Gulf News yang mengambil dari Al Riyadh.

Pemerintah Arab Saudi juga telah menginstruksikan jumlah orang yang bisa ikut salat jenazah, hanya hanya bisa dilakukan 5-6 orang dari keluarga dekat jenazah. Hal ini untuk mencegah orang berkumpul saat pemakaman, yang meningkatkan risiko tertular Covid-19.

“Aturan ini seiring dengan pelarangan berkumpul selama pandemi virus corona. Hanya 5-6 orang yang bisa ikut sholat jenazah, sisanya bisa sholat sendiri di rumah,” kata Al Sheikh.

Selain pelarangan salat tarawih di masjid, Arab Saudi mengubah aturan jam malam yang awalnya dimulai pada pukul 19.00. Seluruh masyarakat wajib berada di rumah 24 jam, kecuali untuk urusan sangat penting. Warga yang melanggar aturan ini, dikenai hukuman denda atau penjara.

Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi hanya membolehkan petugas kesehatan, keamanan, atau bidang lain terkait penanganan virus corona berada di jalanan. Selebihnya mengalami lock down,dengan terus berada di rumah untuk mencegah penyebaran infeksi virus corona.

Tercatat dari data persebaran Covid-19, yang dikeluarkan www.worldometers.info/coronavirus/ sampai sore kemarin Arab Saudi memiliki 6.380 kasus positif, diantaranya kasus kematian 83 orang, serta 990 orang diantaranya sembuh.

Sementara itu,sebanyak 295 warga negara Indonesia (WNI) di sejumlah negara menjalani perawatan akibat terinfeksi virus corona atau Covid-19.

Dari data terkini Kementerian Luar Negeri, total WNI di luar negeri yang positif tercatat 394 orang.

“82 WNI sembuh, 295 orang di rawat dalam keadaan stabil, serta 17 orang meninggal dunia,” tulis Kemlu dalam akun resmi twitter.

Kemudian, ada tambahan 11 WNI yang sembuh jika dibandingkan hari sebelumnya. Beberapa WNI yang dinyatakan sembuh berada di Inggris, Qatar, Vatikan, dan Singapura.

Sebanyak 295 WNI itu tersebara di berbagai negara, dinyatakan positif terinfeksi virus corona atau Covid-19. Angka tersebut merupakan WNI yang terkonfirmasi di sejumlah negara.

Berikut sebaran WNI yang positif Covid-19 di berbagai negara, diantaranya Amerika Serikat (27 orang, dua sembuh, 20 stabil, lima meninggal), kemudian Arab Saudi (9, 4 sembuh, 4 stabil, 1 meninggal), Australia (2, kondisi stabil), dan Belanda (6, tiga meninggal). Setalah itu, di India (75, 13 dinyatakan sembuh dan sisanya stabil). (tribun network/rina)

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved