Covid19 di Sumsel Terus Bertambah
BREAKING NEWS: Kasus Covid-19 di Sumsel Bertambah 17, Total Kini 54 Kasus, Ada 3 yang Meninggal
Kasus positif Covid-19 di Sumsel terus bertambah secara signifikan. Hari ini, ada penambahan 17 kasus.
Penulis: Jati Purwanti | Editor: Refly Permana
Laporan wartawan Sripoku.com, Jati Purwanti
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Seperti halnya pada Kamis (16/4/2020), kasus Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) atau Virus Corona pada Jumat (17/4/2020) kembali bertambah secara signifikan.
Berdasarkan data dari www.covid19.go.id pukul 16.00, ada penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 17 di Sumsel.
Jika ditambah dengan jumlah pada hari kemarin, kini sudah terdapat 54 kasus positif Covid-19 di Sumsel.
Sementara kemarin ada penambahan 15 kasus positif virus yang pertama kali terjadi di Wuhan, China ini.
• Video: Setahun Buron, Otak Perampokan Owner Arisan Berhasil di Bekuk Ditreskrimum Polda Sumsel
• Pasien Covid-19 di Lumajang Ini Meninggal Setelah Dinyatakan Sembuh alias Negatif, Begini Kondisinya
Masih dari sumber yang sama, belum ada penambahan untuk pasien Covid-19 yang sembuh, yakni masih berjumlah lima orang.
Sedangkan untuk yang meninggal dunia, jika dilihat dari data tersebut, masih berjumlah dua orang.
Sementara, pada malam tadi, ada seorang pasien Covid-19 yang meninggal dunia.
Sripoku.com masih menunggu konfirmasi dari juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 di Sumsel.
• Lirik Lagu Apink - Dumhdurum, Lagu Korea Terbaru yang Trending Youtube, Bisa Download Disini
• UNSRI Belum Pastikan Jadwal Perkuliahan, Bentuk Satgas Covid-19 dan Pantau Civitas Akademikanya
Sehari sebelumnya jumlah kasus positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) atau Virus Corona di provinsi Sumsel pada 16 April 2020 menunjukkan jumlah penambahan yang sangat signifikan, yakni sebanyak 15 kasus.
Dengan adanya tambahan kasus tersebut yang sebelumnya kasus terkonfirmasi positif Virus Corona hanya 22 kasus kini menjadi 37 kasus.
Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumsel, Profesor Yuwono, menyebutkan meski ada tambahan kasus yang cukup tinggi provinsi Sumsel secara keseluruhan tidak serta merta ditetapkan menjadi zona merah.
Sebab beberapa kasus di antaranya masih dalam penyelidikan.
"Yang disebut Zona Merah apabila ada definitif penularan lokal, artinya seperti kasus Prabumulih," ujarnya pada telekonferensi dengan awak media, Kamis (16/4/2020).
Yuwono menjelaskan, pada kasus positif 02 di Sumsel dengan pasien asal Prabumulih telah terbukti secara meyakinkan menyebabkan penularan pada beberapa orang yang tinggal di kota tersebut yang memang tidak ada kaitannya dengan perjalanan yang dilakukan.
Sehingga ini berarti penularan lokal pada tanggal dan waktu yang berbeda.
Menurut Yuwono, dengan penularan yang sifatnya lokal tersebut sehingga dari stasus secara epidemologi kota Prabumulih telah menjadi zona merah.
"Adapun kasus 26-36 di Palembang merupakan kasus impor artinya secara keseluruhan sumsel belum dijadikan zona merah. Hanya Prabumulih sebagai zona merah," jelasnya.
Adapun rincian tambahan kasus positif Virus Corona di Sumsel, yaitu:
• Daftar 10 Pemain U-23 Liga 1 2020 yang Menjanjikan versi BolaSport, Ada Osvaldo Haay dari Persija
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/virus-corona-di-sumsel.jpg)