Breaking News:

Berita Palembang

Majikan Korban Benarkan Asisten Rumah Tangga atau Baby Sitter di Tempatnya Diculik OTD

Dugaan adanya penculikan terhadap asisten rumah tangga (ART) di Kelurahan 20 Ilir Kecamatan Ilir Timur I Kota Palembang dibenarkan majikan korban.

Editor: Tarso
SRIWIJAYA POST/ANTON
Ilustrasi Penculikan 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Dugaan adanya penculikan terhadap asisten rumah tangga (ART) di Kelurahan 20 Ilir Kecamatan Ilir Timur I Kota Palembang pada hari selasa, 14 April 2020 sekitar pukul 15.26 WIB lalu dibenarkan oleh majikan korban.

KGS M Hadi Nugraha (35) selaku majikan korban membenarkan bahwa asisten rumah tangganya atau baby sitter di rumahnya telah diculik oleh oknum tidak dikenal.

"Iya benar itu baby sitter yang kerja di tempat kami," kata Hadi, Rabu (15/4/2020).

Saat ditanyai mengenai awal mula kejadian, majikan korban belum bisa menceritakan kejadian yang menimpa baby sitternya tersebut. Ia mengaku masih menunggu arahan dari pihak kepolisian.

"mohon maaf kami belum bisa cerita banyak karena menunggu arahan dari polisi," kata Hadi

Sebelumnya kronologis kejadian berawal dari korban RW (25) yang merupakan asisten rumah tangga yang baru saja melaporkan kasus penipuan yang dialaminya di Polsek IT I Kota Palembang.

Usaha Kuliner Kemplang Tunu Dini Justru Meningkat di Tengah Mewabahnya Virus Corona atau Covid-19

Positif Virus Corona atau Covid-19 Bertambah 3 Orang, Kota Palembang Belum Perlu Penerapan PSBB

Tidak Terima Disuruh Pakai Masker Pria yang Mengaku Purnawirawan, Todongkan Pisau ke Polisi

Setelah korban membuat laporan di Polsek IT I Kota Palembang korban diketahui diculik oleh orang yang tidak dikenal hal ini terlihat dari rekaman foto dan video yang beredar melihatkan korban sedang disekap oleh orang tak dikenal.

"korban membuat laporan penipuan online membeli handphone tapi tak kunjung datang, setelah itu dia meminta dijemput oleh supirnya tetapi kemudian yang bersangkutan mengirimkan foto dan video bahwa korban ini telah disekap oleh seseorang," kata Kasubdit III Ditreskrimum Polda Sumsel Kompol Suryadi, Rabu (15/4/2020).

Diketahui pelaku meminta uang tebusan kepada majikan korban sebesar 50 juta dan kepada pihak penyalur tenaga kerja sebesar 100 juta serta pacar korban sebesar 50 juta.

Menurut Kompol Suryadi saat ini pihaknya sedang melakukan penyelidikan di lapangan untuk menyelidiki kasus tersebut.

"Saat ini kita sudah menurunkan anggota untuk turun ke lapangan menyelidiki kasus tersebut," kata Kompol Suryadi.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved