Usaha Kuliner

Usaha Kuliner Kemplang Tunu Dini Justru Meningkat di Tengah Mewabahnya Virus Corona atau Covid-19

pemilik usaha Kemplang Tunu Dini ini mengatakan omzet penjualan produk makanan beku seperti pempek beku dan tekwan beku mengalami peningkatan.

SRIPOKU.COM/Jati Purwanti
Dini Margaretha dan produk Kemplang Tununya. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Kebijakan pemerintah memberlakukan kerja dari rumah (work from home) untuk mencegah penyebaran Covid-19 rupanya berbuah manis bagi pelaku usaha bisnis makanan beku (frozen food) dan makanan ringan kemplang.

Dini Margaretha misalnya, pemilik usaha Kemplang Tunu Dini ini mengatakan omzet penjualan produk makanan beku seperti pempek beku dan tekwan beku mengalami peningkatan.

Biasanya per hari omzet penjualan yang didapatkan berkisar Rp2-3 juta namun saat ini naik menjadi hingga dua kali lipat.

Menurutnya pada situasi seperti ini memang penjualan online produk kuliner tengah digemari.

"Bahkan, satu minggu belakangan ini rata-rata bisa Rp4 jutaan sehari. Jualan kami khusus online saja untuk saat ini," ujar Dini, Rabu (15/4/2020).

Penjualan produk makanan beku ini pun merupakan strategi Dini agar usahanya bisa bertahan dan terus berkembang di tengah ketidakpastian ekonomi.

Masyarakat pun bisa menyimpannya untuk stok di rumah sehingga tidak repot keluar rumah.

Khusus untuk produk kemplang, saat ini juga mengalami penambahan angka penjualan. Dalam satu hari dari kemplang saja Dini bisa mengantongi pendapatan mulai Rp1-1,5 juta.

Dini menyebutkan, permintaan produk makanan beku dan kemplang pun tidak hanya berasal dari dalam wilayah Sumatra Selatan (Sumsel) saja melainkan dari luar kota seperti Jabodetabek.

Positif Virus Corona atau Covid-19 Bertambah 3 Orang, Kota Palembang Belum Perlu Penerapan PSBB

Anggota Polisi Desersi Dalang Pembobolan Alfamart di Mesuji Raya Kabupaten OKI Sumsel

BREAKING NEWS: Seorang ART di IT I Palembang Diculik, Pelaku Penculikan Minta Tebusan Rp 200 Juta

"Masa saat virus corona menyebar ini banyak kota dibatasi pengirimannya jadi cuma terima yang Jabodetabek saja. Untuk Sumbagsel masih bisa ekspedisi jalan darat. Paling jauh pengiriman ke Bandung," jelas Dini.

Sekilas kisah, Dini Margaretha memulai bisnis kemplang tunu sejak beberapa tahun lalu. Awalnya, hanya iseng mengikuti acara bazar dan tak disangka produknya laku hampir 50 bungkus.

Setelahnya dia pun mencoba menitipkan lagi produk kemplang di kantin kantor dan laris.

"Lalu coba lewat pet. Alhamdulillah sampai sekarang banyak pelanggan," kata Dini.

Pada mulanya, dia pun mengambil pesanan kemplang dari sang teman dengan mematok keuntungan yang tidak banyak.

Seterusnya, Dini pun mengambil langsung kemplang mentah dan memanggang sendiri dengan dibantu karyawan.

"Terus sekarang juga jual pempek, tekwan, model dan lainnya. Saya ambil kursus pempek dengan guru. Hampir satu tahun belajar buat pempek supaya enak, setelah berapa kali coba baru bisa. Latihan dulu. Baru buka pre order (PO). Tawarin teman, upload di media sosial dan dapat pelanggan." kata Dini.(mg3)

Penulis: Jati Purwanti
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved