Akhirnya Ditangkap, Pelaku Penyiraman Novel Baswedan Justru Ditertawakan: Lucu, Gak Kenal Kok Dendam
Novel mempertanyakan alasan mengapa Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Maulete diproses hukum atas dakwaan melakukan penganiayaan terhadap dirinya.
SRIPOKU.COM - Kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan terus bergulir.
Setelah dua orang diproses kepolisian, Novel masih merasa janggal.
Novel mempertanyakan alasan mengapa Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Maulete diproses hukum atas dakwaan melakukan penganiayaan terhadap dirinya.
Novel mengaku, tidak kenal terhadap Ronny Bugis dan Rahmat Kadir, namun, mengapa kedua orang personel Polri itu menaruh dendam kepada dirinya.
“Saya dapat informasi dari saksi di rumah dikatakan mereka tidak mengenal orang itu.
Saya juga tidak pernah punya interaksi dengan dua orang itu.
Aneh kenapa dendam dengan saya, kan lucu,” tuturnya, di acara #3TahunNovel “Ngobrol Bersama Novel Baswedan”, pada Sabtu (11/4/2020).
• Ada Sampel dari Provinsi Lain Jadi Sebab BBLK Palembang Sampel Selesai 1 Hari Lebih Lama dari Biasa
• 10 Fakta Gunung Anak Krakatau yang Baru Kembali Erupsi, Miliki Pulau yang Jadi Kawasan Terlarang!
• Bak Karma Berlapis, Penumpang Tipu Ojol Purwokerto ke Solo Kini Ditolak Keluarga Sendiri Karena Ini
Bahkan, dia tidak dapat menyimpulkan apakah Ronny Bugis dan Rahmat Kadir adalah orang yang menyiram dirinya menggunakan air keras di depan kediamannya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada 11 April 2017.
“Saya tidak mengatakan dia pelaku atau bukan, karena sidang sedang berjalan. Saya belum pernah dapat penjelasan apa yang menjadi korelasi antara pengakuan yang bersangkutan dengan fakta di lapangan atau alat bukti sehingga penyidik yakin. Saya perlu tahu,” kata dia.
Sejauh ini, dia tidak pernah menerima berkas perkara ataupun salinan berkas dakwaan dari penyidik Polri atapun pihak Kejaksaan.
Dia baru mendapatkan informasi dari rekannya yang mengikuti jalannya persidangan tersebut.
“Saya tidak pernah mendapatkan berkas perkara. Saya sampai sekarang belum tahu dakwaan jaksa seperti apa? Di awal saya katakan mendapatkan cerita dari kawan yang mengakses informasi dari media,” ujarnya.
Dia mengharapkan agar persidangan dapat berjalan objektif, transparan, dan profesional. Selain itu, dia meminta, agar masyarakat memperhatikan persidangan tersebut.
“Saya harap sidang berjalan objektif, transparan, dan profesional.
Saya dirugikan, tetapi saya sedang tidak membalas yang dituduh bersalah.
Menegakkan kebenaran dan menjaga keadilan lebih penting daripada menghukum orang,” tambahnya.