Virus Corona

Ilmuwan : Masih ada Ribuan Virus Lebih Ganas Setelah Corona yang Mematikan

Hasil penelitian para ahli, semenjak abad 21 telah ada dua wabah penyakit yang disebabkan virus Corona dari hewan ke manusia.

Editor: Salman Rasyidin
kompas.com
  Penyakit pneumonia disebabkan coronavirus sudah menyebar ke Thailand dan Jepang   

SRIPOKU.COM ---Hasil penelitian para ahli, bahwan semenjak abad 21 telah ada dua wabah penyakit yang disebabkan virus Corona dari hewan ke manusia.

Seperti dirilis intisarisari.online.com yang menyebutkan  Covid-19 adalah wabah penyakit ketiga yang muncul dari proses mutasi dan menempel di sel manusia.

Ilmu medis sedang melawan dengan peralatan yang sudah ada dan membangun dasar pertahanan baru.

Namun bukti tunjukkan jika ketiga virus ini hanyalah satu dari sepasukan patogen potensial yang jumlahnya ribuan.

Secara umum ilmuwan ketahui memang ada sangat banyak virus di dunia dan yang dikenal manusia masih sangat sedikit.

Namun kekhawatiran ilmuwan saat ini adalah perilaku manusia baik secara sosial dan ekonomi, telah meningkatkan loncatan virus masuk ke kehidupan manusia.

Para ahli menyebut pandemi ini adalah hasil dari penggundulan hutan besar-besaran dan ekspansi lahan pertanian untuk sediakan makanan dan komoditas lain bagi populasi manusia.

Jika dipikir, populasi manusia memang sangat banyak.

Jika pada pertengahan 1960 dulu hanya ada sejumlah 3 milyar penduduk, saat ini sudah meningkat mencapai 7.7 milyar penduduk.

Hal itu yang menyebabkan penyakit infeksi muncul dan merebak dengan cepat di populasi manusia, menurut WHO.

Termasuk yaitu tiga virus Corona pembunuh sejauh ini yaitu Sars-CoV, Mers-CoV dan Sars-CoV-2.

Meski datang dari hewan, menurut WHO dari South China Morning Post ketiga penyakit ini adalah hasil dari infrastruktur rumit yang dibangun manusia untuk menjadi saluran transportasi.

virus
Illustrasi Jalan Tol Layang

Pembangunan manusia tapa sadar menyapu virus jauh dari hutan tempatnya biasa hidup, kemudian melompat dari hewan ke manusia.

Dinamakan "tumpahan zoonotik", rupanya seperti ini biasa terjadi.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved