Berita Palembang

Mapala Palaspa Universitas PGRI Palembang Produksi APD Face Shield, Dibagikan Gratis ke Tenaga Medis

Mahasiswa Pecinta Alam Universitas PGRI Palembang Palaspa memproduksi handmake alat pelindung diri (APD) face Shield (pelindung wajah)

Tribun Sumsel
Mahasiswa Pecinta Alam Universitas PGRI Palembang Palaspa memproduksi handmake alat pelindung diri (APD) face Shield (pelindung wajah) untuk di bagikan gratis ke tenaga medis di fasilitas kesehatan atau Faskes tingkat pertama. 

SRIPOKU.COM.PALEMBANG- Mahasiswa Pecinta Alam Universitas PGRI Palembang Palaspa memproduksi handmake alat pelindung diri (APD) face Shield (pelindung wajah) untuk dibagikan gratis ke tenaga medis di fasilitas kesehatan atau Faskes tingkat pertama.

Kebutuhan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga kesehatan semakin tinggi. Termasuk jenis face Shield atau pelindung wajah dari virus covid 19 atau Corona.

Langkahnya APD di tengah wabah virus ini mengharuskan bahu membahu membuat alat pelindung diri secara mandiri.

Ketua umum Mapala Palaspa Muhammad Alex Hendra mengatakan selama Work From Home ( WFH) anggota Mapala Palaspa tergerak untuk tetap berkarya dan menjadi bagian dari gerakan solidaritas dalam memerangi Covid -19 dengan membuat Alat Pelindung Diri ( APD).

Dikatakannya, dalam pembuatan face Shield ini terbilang sangat mudah dan dengan biaya yang relatif murah,APD pelindung wajah ini nantinya akan disumbangkan ke tenaga medis tingkat pertama.

"Kita prioritaskan diberikan kepada tenaga medis di tingkat pertama, yang mana mereka merupakan garda terdepan dalam menghadapi wabah Covid-19" ujarnya disela-sela pembuatannya,Minggu (5/4/2020).

Dana untuk memproduksi masker melalui donasi dari seluruh Anggota Mapala Palaspa, dimana dana terkumpul saat ini mampu untuk membuat 300 buah face shield.

Dalam proses pembuatannya, dirinya mengatakan berdasarkan inisiatif dari anggota yang melihat pemberitaan tentang cara pembuatannya face Shield handmake, adapun bahan yang digunakan sangat mudah didapat mulai dari plastik mika, busa, karet dan doube tipe.

Selain memproduksi, pihaknya mengakui jika donasi yang didapat juga dapat membantu penjahit yang mana saat ini ditengah wabah virus Covid-19 mengalami penurunan pendapatan.

“Bedanya yang kita lihat di media sosial dan pemberitaan itu untuk melekatkan hanya menggunakan lem, masker yang kita produksi kita jahit” ujarnya.

Dalam membagikan masker tersebut, seluruh anggota Mapala Palaspa yang berada di kampung halamannya untuk mendata puskesmas di daerahnya masing-masing terkait kebutuhan akan masker mika ini.

“Untuk saat ini sudah ada 2 Puskesmas dan Satu Rumah sakit yang sudah didata untuk disalurkan, tiap faskes tingkat pertama masing-masing mendapatkan 30 buah masker mika,” tuturnya.

Dirinya tidak menutup kemungkinan jika kedepannya akan terus memproduksi masker mika jika ada donasi dari masyarakat.

“Kita open donasi untuk masyarakat yang ingin membantu gerakan kita ini, untuk satu masker mika membutuhkan biaya kurang lebih Rp 10.000,” tutupnya.(Srie/TS)

Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved