Baru Selesai Dibangun Sudah Berlumut, Gedung Rawat Inap RSUD Rupit Muratara Senilai Rp 14,3 Miliar

Gedung yang baru saja rampung dibangun pada akhir tahun 2019 ini memang terlihat megah dan berkualitas dari luar, tetapi di dalam tampak lumutan

Tribunsumsel/Rahmad Aizullah
Baru saja selesai Gedung rawat inap RSUD Rupit Muratara kondisinya sudah berlumut tak sedap dipandang mata, Kamis (2/4/2020). 

SRIPOKU.COM, MURATARA - Gedung rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) belum difungsikan.

Gedung rawat inap RSUD Rupit Muratara dikerjakan oleh PT Silampari Pratama Kencana, bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2019 dengan nilai kontrak Rp 14,3 miliar.

Gedung Rawat Inap RSUD Rupit Muratara yang baru saja rampung dibangun pada akhir tahun 2019 ini memang terlihat megah dan berkualitas dari luar.

Namun di bagian dalam Gedung rawat inap RSUD Rupit Muratara ada beberapa titik yang kurang enak dipandang mata, salah satunya bagian plafon.

Bagian plafonnya RSUD Rupit Muratara sudah terdapat bercak dan berlumut hingga cat dindingnya terlihat usang, padahal baru saja selesai dikerjakan.

Direktur RSUD Rupit Muratara dr Herlinah membenarkan bahwa gedung rawat inap tersebut belum difungsikan karena belum ada listriknya.

"Pembangunannya memang sudah seratus persen, tapi listriknya belum ada, masih proses," katanya, Kamis (2/4/2020).

Kadinkes Prabumulih Baru Tahu, 3 Penambahan Positif Virus Corona di Sumsel Dari Prabumulih

Mulai Beroperasi, ODP Center di Wisma Atlet Tampung 72 ODP

Prabumulih Masuk Zona Merah, Positif Virus Corona di Sumsel Jadi 11 Orang

Saat disinggung soal kondisi bagian dalam gedung yang plafonnya sudah terdapat bercak dan berlumut, Herlinah menegaskan bukan bocor.

"Yang berlumut itu bukan bocor, tapi bekas dari hembusan hujan dari luar, karena di depannya itu belum ada penghalang air hujannya," kata dia.

Pihaknya sudah meminta kontraktor yang mengerjakan gedung tersebut agar diperbaiki, mengingat masih dalam masa pemeliharaan.

"Karena ini masih dalam masa pemeliharaan, kami sudah minta pihak kontraktor untuk memperbaiki, bagaimana supaya air hujan tidak masuk," katanya.

Herlinah menjelaskan, Gedung rawat inap sebanyak dua tingkat ini dibangun untuk pasien kelas II dan III, dengan panjang 40 meter dan lebar 21 meter.

"Untuk tahun 2020 ini, gedung rawat jalan kita sekarang akan diperbaiki lagi menjadi UGD sentral. Nanti lengkap, ada apotek, laboratorium dan rontgen," jelasnya. (TS/cr14)

Editor: adi kurniawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved