Virus Corona di Sumsel

UPDATE Virus Corona di Sumsel- Warga Komplek Liverpool Jakabaring Semprot Disinfektan Secara Mandiri

penyebaran virus corona jenis baru (Covid-19) meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungannya untuk mencegah Covid-19.

Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Welly Hadinata
SRIPOKU.COM/Odi Aria Saputra
PENYEMPROTAN DISINFEKTAN - Warga Komplek Liverpool II, Kelurahan Jakabaring Selatan Sumsel, bersama petugas kelurahan, UPTD Puskesmas Banyuasin dan petugas Damkar, melakukan penyemprotan cairan disenfektan secara mandiri, Minggu (29/3/2020). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Odi Aria

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Masifnya penyebaran virus corona jenis baru (Covid-19) meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungannya untuk mencegah Covid-19.

Di antaranya dengan melakukan penyemprotan disinfektan secara mandiri di lingkungan dan rumah warga serta fasilitas umum, seperti masjid.

Seperti yang dilakukan warga Komplek Perumahan Liverpool II, RT 007, RW 002, Kelurahan Jakabaring Selatan, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin Sumsel.

Para warga tersebut secara swadaya membeli cairan disinfektan dari pembersih lantai Wifol yang dicampur dengan air, kemudian melakukan penyemprotan di seluruh lingkungan perumahan.

Kegiatan warga ini mendapat apresiasi serta dukungan dari pihak Kelurahan Jakabaring Selatan, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Jakabaring Selatan, dan petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Banyuasin.

Bahkan, menggunakan satu mobil kebakaran/Blanwir, sejumlah petugas membantu warga menyemprot cairan disinfektan di seluruh rumah warga.

Sekretaris Lurah (Seklur) Jakabaring Selatan Fathur Rahman memberikan apresiasi terhadap kegiatan pencegahan, penularan dan pemutusan mata rantai Covid-19, yang telah mewabah, khususnya di Sumatera Selatan (Sumsel).

Dia berharap, kegiatan penyemprotan cairan disinfektan tidak selesai hari ini, tapi terus berlanjut demi kesehatan warga Komplek Liverpool II.

"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk penyemprotan mandiri minimal dua hari sekali. Kemudihan patuhi imbauan gubernur, bupati, pihak kementerian dan maklumat Kapolri. Untuk para tetua di perumahan Liverpool II untuk mengayomi masyarakat untuk menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan," kata Fathur Rahman.

Ia menerangkan, sejauh ini di wilayah Jakabaring Selatan, belum terpantau warga yang diduga terkena gejala virus Corona.

Namun dia meminta kerja sama kepada masyarakat untuk melaporkn jika ada warga pendatang sehingga bisa terpantau dan tidak sampai menular ke warga lain.

"Besok kami akan rapat kembali dengan Bupati Banyuasin, untuk penanggulangan selanjutnya, terutama obat virus Corona," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Kepala UPT Puskesmas Jakabaring Selatan dr Bertha turun memberikan sosialisasi singkat, sekaligus pengarahan tentang bahaya dan cara pencegahan penyebaran virus Corona.

Salah satu pesan yang disampaikan untuk tidak datang ke Puskesmas kalau tidak ada kegawatdaruratan yang berarti, karena sangat mungkin Puskesmas adalah tempat virus Corona berkumpul.

"Jadi kalau cuma sakit Panu tidak usah ke Puskesmas, nanti Panunya hilang, pulang ke rumah bawa Covid-19," katanya.

Ia juga meminta warga untuk waspada jika mengidap penyakit demam, sesak nafas, atau memiliki riwayat dari zona merah Indonesia, seperti baru datang dari Jakarta, Bandung dan Bogor, karena itu termasuk transmisi lokal, yakni orang yang positif menularkan orang lain seperti keluarga, kerabat dan tetangga, jadi harus wasapda.

"Jadi jaga jarak aman, satu sampai dua meter adalah jarak aman karena virus menular dari percikan tubuh seperti bersin dan batuk. Bersin itu kecepatannya sangat cepat dan dapat berpindah," ungkap dr Bertha.

Perwakilan warga Komplek Liverpool II, M Ali Hanafiah menambahkan, tidak ada warganya yang terserang Covid-19. Namun demikian, mengingat penyebaran virus sangat mengkhawatirkan, warga berinisiatif melakukan pencegahan melalui penyemprotan disinfektan secara bergotong-royong

“Melalui kegiatan itu, diharapkan dapat mencegah penyebaran Covid-19, terutama di wilayah kami, Komplek Liverpool II, karena seperti yang kita ketahui bahwa Corona sudah menjadi pandemi dan sudah lebih dari 100 orang meninggal dunia akibat Corona," kata Ali.

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved