Wawancara Eksklusif

Plt Kadisdag Bicara Stok Gula di Sumsel: Stok Cukup, Tapi Kalau Panic Buying Kita Khawatir

Ini upaya pemerintah mencegah panic buying serta penimbunan komoditi ditengah upaya penanganan virus covid-19.

SRIPO/RAHMALIYAH
Plt Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan, Iwan Gunawan 

DITENGAH pandemi virus Corona Disease (covid-19), ketersediaan stok sejumlah kebutuhan pokok kini menjadi problema baru di masyarakat. Contohnya saja stok gula yang kini menipis lantaran musim panen yang mundur pasca kemarau panjang pada 2019 lalu.

Akibatnya, dengan ketersedian stok yang terbatas baik di gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) maupun gudang-gudang distributor dan produsen gula di Sumatera Selatan khususnya, membuat pembelian komoditi itupun kini dibatasi maksimal dua kilo per konsumen/hari.

Plt Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan, Iwan Gunawan mengatakan, pembatasan ini dimaksudkan untuk menjaga pendistribusian stok yang ada saat ini agar mencukupi hingga masa panen serta raw sugar yang diimpor oleh Pemerintah Pusat tiba.

Pemerintah bukan bermaksud membatasi hak konsumen untuk membeli kebutuhan mereka. Ini juga sekaligus upaya pemerintah mencegah panic buying serta penimbunan komoditi ditengah upaya penanganan virus covid-19.

Berikut wawancara khusus terkait ketersedian stok gula serta komoditi lainnya di Sumsel.

• Bagaimana kondisi ketersedian stok gula saat ini di Sumsel?
Kondisi kekurangan stok gula ini bukan hanya dialami oleh wilayah Sumsel namun hampir seluruh daerah di Indonesia. Makanya, untuk mengatasi hal ini Pemerintah membuka kran impor untuk mendatangkan raw sugar. Raw sugar ini sebagai bahan baku untuk membuat gula yang kemudian diolah menjadi gula kristal. Hampir 40 persen raw sugar itu asalnya dari China, Tapi dengan kondisi merebaknya corona di Wuhan kemarin, alternatif untuk mendapatkan bahan baku ini pemerintah upayakan dari negara terdekat, seperti Australia, India, Thailand, Brazil bukan dari China. Upaya membuka kran impor tersebut hanya diperuntukkan pada komoditi yang benar-benar dibutuhkan, seperti gula.

• Kondisi gudang pabrikan dan distributor gula di Sumsel seperti apa?
Saat ini bahan baku kosong karena masih musim tanam. Hitung-hitungan dari Dinas Pertanian panen itu kemungkinan Mei hingga Juni puncak panennya. Artinya dengan rentang waktu itu baru ada kekosongan, konsekuensinya pabrikan mengurangi kapasitas produksi. Tapi melihat hukum permintaan pasar, kalau permintaan tinggi dan pasokan berkurang otomatis harga melonjak. Hasil pengecekan di Bulog pun stok itu ada tapi memang kalau diibaratkan bahan bakar minyak kendaraan sudah res (digaris akhir). sementara, digudang distributor PSM (gula kemasan) kemarin baru masuk 18 ton sedangkan untuk Indomarco, Alfamart kami cek memang kosong. Karenanya, kita minta agar PSM ini juga membantu untuk mengisi gudang itu. Jadi jika selama ini Indomarco dan Alfamart pasok gula dari brand tertentu untuk kondisi sekarang apa saja yang penting gula ini ada dan distribusi dengan baik, sehingga diharapkan jelang puasa nanti harga bisa stabil dan stok komoditi kembali normal.

• Lalu untuk stok gula di Bulog apakah mencukupi sampai nanti masa panen?
Mudah-mudahan tercukupi, hanya saja Bulog Divre Sumsel dan Babel menangani dua wilayah sehingga artinya stok yang ada akan dibagi dua. Tetapi kami sudah berkoordinasi agar Bulog juga bisa mensupport gerai-gerai seperti Alfamart ataupun retail lainnya untuk komoditi gula ini. Namun, faktanya dari beberapa lokasi pasar tradisional harga jual gula kemasan pun sekarang melonjak padahal Harga eceran Tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan Rp 12.500. Tidak boleh harusnya gula kemasan dijual dengan harga lebih dari itu. Kecuali untuk gula curah memang mekanisme harga dikembalikan pada permintaan pasar

• Dengan adanya permainan harga di pasar, apa imbauan dari Dinas Perdagangan Sumsel ?
Seperti arahan dari Gubernur Sumatera Selatan, kita terus mengupayakan ketersediaan gula ini bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Tetapi, kami juga mengharapkan agar pedagang tidak mengambil kesempatan dengan memanfaatkan kondisi saat ini untuk menaikan harga. HET sudah ditentukan, artinya kalaupun mau mengambil keuntungan jangan terlampau jauh.

• Pembatasan untuk pembelian gula kini dibatasi, tujuannya apa?
Pertama untuk menjaga stok gula kita mencukupi sampai musim panen dan impor raw sugar masuk. Kedua, kita mencegah kalau ada saja oknum nakal yang membeli jumlah besar untuk dijual kembali atau ditimbun istilahnya. Kalau sampai ada indikasi pembelian jumlah besar kemudian gula kemasan dioplos untuk dijual menjadi gula curah dengan harga tinggi saya sudah minta untuk oknum ini ditindak tegas oleh pihak satgas Pangan, reskrimsus.

• Berapa besar konsumsi gula di Sumsel?
Berdasarkan data dari BPS kisaran 8-10 ton perbulan konsumsi gula di Sumsel. Jika stok di Bulog 19 ton, kalau di kondisi normal insya Allah cukup tetapi kalau masyarakat panic buying apalagi ditengah kondisi Corona saat inilah yang kita khawatirkan.

• Selain gula komoditi apa saja yang kini dibatasi Pemerintah?
Kami sudah mendapatkan surat dari markas besar kepolisian Negara Republik Indonesia badan reserse kriminal yang berisikan tentang Satgas pangan Polri bersama-sama dengan stakeholder terkait melakukan langkah-langkah untuk menjamin ketersediaan bapokting dan komoditas pangan lainnya serta menjamin kelancaran pendistribusiannya dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat dan mendukung program gugus tugas percepatan penanganan virus coba disesese 2019 (Covid-19).

Berkaitan hal tersebut untuk menjaga kesehatan bapokting dan komoditas pangan lainnya diminta kepada ketua untuk melakukan pembatasan setiap transaksi pembelian untuk kepentingan pribadi sebagai berikut: beras maksimal 10 kilo, gula maksimal 2 kilo, minyak goreng maksimal 4 liter, mie instan maksimal 2 dus.

Sebelum informasi ini dikeluarkan, kami sudah mengimbau agar pembatasan penjualan seperti di SOMA kemarin hanya boleh dua kilo untuk gula. Tapi dilemanya, saya saja sampai ditelpon emak-emak kenapa bisa begitu. Karenanya saya mengimbau, agar masyarakat bisa memaklumi kondisi ini pembelian komoditi pangan seperlunya saja, hanya terjadi di Sumsel seluruh Indonesia. (cr26)

Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved