Terima Mahasiswa Baru, Poltekpar Palembang Buka Dua Jalur Pendaftaran

Direktur Poltekpar Palembang, Zulkifli Harahap mengatakan, jalur SMM dibuka sejak 3 Februari dan akan ditutup hingga 3 Juli mendatang.

Dok Poltekpar Palembang
Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Palembang menerima mahasiswa baru tahun 2020. Dua jalur seleksi dibuka sekaligus yakni Seleksi Mandiri Masuk (SMM) dan Seleksi Bersama Masuk (SBM). 

Terima Mahasiswa Baru, Poltekpar Palembang Buka Dua Jalur Pendaftaran

PALEMBANG - Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Palembang menerima mahasiswa baru tahun 2020.

Dua jalur seleksi dibuka sekaligus yakni Seleksi Mandiri Masuk (SMM) dan Seleksi Bersama Masuk (SBM).

Direktur Poltekpar Palembang, Zulkifli Harahap mengatakan, jalur SMM dibuka sejak 3 Februari dan akan ditutup hingga 3 Juli mendatang.

"Yang membedakan hanya pelaksanaan ujian. Kalau jalur SMM, peserta mendaftar di website smm.poltekpar-palembang.ac.id dan harus mengikuti ujian seleksi di Palembang, sedangkan SBM di website sbmptnp.kemenparekraf.go.id," ungkapnya.

Peserta di jalur SBM bisa melangsungkan ujian di enam lokasi berbeda, tempat Perguruan Tinggi Negeri Pariwisata (PTNP) di bawah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berada.

Abdikan Keilmuan ke Masyarakat, Dosen Poltekpar Wajib Setahun Dua Kali Buat Karya Ilmiah Pariwisata

Terapkan Kurikulum Standar ASEAN, Poltekpar Palembang Komitmen Ciptakan SDM Unggul Sektor Pariwisata

Yakni STP NHI Bandung, Poltekpar Bali, Poltekpar Makassar, Poltekpar Medan, dan Poltekpar Lombok.

"Pembukaan jalur SBM untuk memberi kesempatan peserta dari luar daerah untuk mencoba ke Poltekpar Palembang.

Model seleksi bersama di enam PTNP ini untuk mendapatkan calon mahasiswa terbaik dari seluruh wilayah di Indonesi," ungkapnya.

Bicara kuota, Zulkifli membeberkan jika tahun ini Poltekpar Palembang hanya menerima 350 orang mahasiswa lewat seleksi ketat.

Mulai dari ujian tertulis psikotes, wawancara bahasa inggris dan tes kesehatan.

"Kita kampus vokasi pariwisata negeri milik pemerintah, sehingga biaya kuliahnya mendapat banyak subsidi.

Bayangkan hanya Rp 2.050.000 per semester tanpa tambahan biaya praktik atau uang pembangunan.

Seleksinya cukup ketat karena kita tidak ingin uang yang dikeluarkan pemerintah lewat subsidi pendidikan sia-sia," terangnya. (rel)

Editor: Sudarwan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved