Pasien Virus Corona Dilarang Video Call

Penggunaan ponsel bagi pasien sebetulnya dilematis karena ponsel bisa menjadi medium penularan corona.

Tayang:
Editor: Soegeng Haryadi
DOK. SRIPO
Pasien Dilarang Video Call 

JAKARTA, SRIPO -- Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso menjadi salah satu tempat dirawatnya pasien positif corona di Indonesia. Mereka yang dirawat di rumah sakit tersebut adalah pasien kasus 01, 02, 03, 04, 10 dan 11. Selain itu, ada juga tiga orang pasien dalam pengawasan (PDP) turut diisolasi di RSPI.

Jumlah pasien positif Corona (Covid-19) di Indonesia bertambah delapan orang. Total hingga Selasa (10/3) jumlah pasien positif mencapai 27 orang.

Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan Virus Corona Achmad Yurianto mengatakan, delapan pasien dinyatakan positif berdasarkan hasil tes dan analisa dokter.

Penderita Virus Corona di Indonesia Terus Bertambah, Kini Jumlahnya Mencapai 27 Orang

Upaya Pencegahan Virus Corona, LRT Disemprot Pakai Disinfektan, Setiap Stasiun Ada Layanan Kesehatan

Antisipasi Virus Corona, Dharma Wanita Persatuan Setda Provinsi Sumsel Inisiasi Gerakan Minum Jamu

"Kemarin sudah mengumumkan pasien dengan kode 01 sampai 19. Saya akan lanjutkan hari ini, hasil lab siang tadi dan analisis bersama ahli. Total jumlah (pasien) baru delapan," kata Yurianto kepada wartawan di kompleks istana kepresidenan, Jakarta.

Yurianto merinci pasien baru atau kasus 20 merupakan perempuan berusia 70 tahun. Pasien ini bagian dari penelusuran cluster Jakarta. Pasien selanjutnya adalah kasus 21 seorang perempuan 46 tahun yang juga bagian dari cluster Jakarta.

Pasien lain adalah kasus 22, perempuan 36 tahun yang merupakan imported case. Kemudian pasien selanjutnya yakni kasus 23 seorang perempuan berusia 73 tahun.

"Kondisinya saat ini menggunakan ventilator karena faktor komorbit (penyakit penyerta) cukup banyak. Kondisi stabil," ujar Yuri.

Selanjutnya adalah pasien kasus 24 seorang laki-laki berusia 46 tahun. Pasien ini merupakan imported case. Pasien lain adalah kasus 25 seorang perempuan berusia 53 tahun seorang WNA.

Kemudian pasien kasus 26 seorang laki-laki usia 46 tahun seorang WNA. Kedua pasien terakhir adalah imported case. Terakhir kasus 27 adalah laki-laki berusia 33 tahun.

Lebih lanjut, Yurianto mengimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga kesehatan mengingat jumlah pasien positif corona meningkat.

"Gunakan masker," kata Yuri.

Direktur Medik, Keperawatan dan Penunjang RSPI, dr. Dyani Kusumowardhani, mengatakan, kondisi terisolasi membuat para pasien di rumah sakit tak punya banyak pilihan aktivitas. Akses pasien dari akses dunia luar juga tertutup. Akses satu-satunya yang bisa dimanfaatkan para pasien adalah ponsel atau gawai. Hal itu adalah bentuk kebijakan rumah sakit agar pasien bisa tetap bersentuhan dengan dunia luar, tanpa harus bertatap muka.

Namun, penggunaan ponsel bagi pasien sebetulnya dilematis. Pasalnya, ponsel bisa menjadi medium penularan corona. “Namanya orang sakit, penyakitnya baru, kondisi sekarang harus dirawat di ruang isolasi, ya kan, tidak berjumpa dengan orang-orang lain kecuali melalui HP, itu kan satu-satunya kontak dia dengan dunia luar hanya melalui HP,” ungkap Dyani di RSPI, Selasa (10/3).

“Sebetulnya ini pun jadi bahan pertimbangan kami, apakah HP ini diperbolehkan atau tidak. Kalau melihat ada barang lain masuk selain kebutuhan perawatan, itu kan menambah risiko untuk penularan penyakit,” jelasnya lagi.

Meski sampai saat ini masih mengizinkan para pasien bersentuhan dan mengoperasikan gawai, Dyani menyebutkan bahwa penggunaan itu pun dibatasi. Para pasien pun dilarang melakukan panggilan video dengan karib kerabatnya di luar.

“Dengan pertimbangan lain, kami masih mengizinkan, dengan ketentuan bahwa dia tidak melakukan kontak yang berlebihan dengan luar,” ucapnya. “Video call atau perekaman itu tidak diperkenankan,” ujarnya.

Di samping itu, menurut Dyani, pihaknya kini tengah mempersiapkan konten video sebagai bagian dari perawatan psikologis pasien. Sebab, pasien terisolasi dengan penyakit yang relatif baru dan belum banyak terungkap, bisa mengalami tekanan psikologis yang efeknya dapat mengganggu proses penyembuhan.

“Kami sedang mengupayakan untuk membuat suatu video kemudian yang bisa dilihat para pasien ini supaya membantu psikologis mereka. Jadi apa pun juga kami upayakan untuk memperbaiki kondisi mereka,” ungkap Dyani.

Dipulangkan
Selain membeberkan kondisi pasien, Dyani juga mengungkapkan bahwa satu orang pasien dalam pengawasan (PDP) yang dirawat di RSPI Sulianti Saroso dinyatakan negatif virus corona. Pasien tersebut sudah dipulangkan pada Senin (9/3) malam.

Dyani mengatakan pasien tersebut termasuk orang yang memiliki riwayat kontak dengan kasus 01. “(Dia) WNI, laki-laki. Ya ada kontak, ada kontak dengan (kasus) 01,” ungkap Dyani.

Menurutnya, PDP yang sudah dipulangkan itu telah menjalani masa perawatan selama satu minggu. Dua kali pemeriksaan pun telah dilakukan, dan hasil semuanya negatif corona. “Kira-kira satu minggu (sudah dirawat). Jadi dia kalau dua kali negatif berarti aman, klinis bagus, (maka) bisa pulang,” terang Dyani.

Saat ini jumlah pasien terkait virus COVID-19 yang dirawat di RSPI Sulianti Saroso berjumlah sembilan orang. Dari jumlah itu, enam orang sudah dinyatakan positif corona, sedangkan tiga lainnya berstatus PDP. Dyani mengatakan kondisi pasien secara keseluruhan terpantau baik. Namun masih ada beberapa yang mengalami batuk.

“Kondisi pasien secara keseluruhan cukup baik, tidak ada demam, rata-rata keluhan hanya sekadar batuk. Sejak beberapa hari lalu semua bisa dikatakan kondisinya tenang dan stabil, termasuk sampai hari ini,” ujarnya. (tribun network/dit/dod)

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved