Ini Saran Kadinkes Sumsel agar tak Tertular Corona
Lesti mengatakan meski masker kosong namun masyarakat jangan panik masih ada cara lainnya bisa digunakan
PALEMBANG, SRIPO -- Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Lesti mengatakan saat ini stok masker kosong seluruhnya bahkan Dinkes meminta produsen masker mempercepat dan menambah produksinya untuk memenuhi kekosongan tersebut. Namun permintaan itu belum bisa dipenuhi karena seusia prosedurnya distributor belum bisa memproduksi kembali masker.
Selain itu akibat aksi panic buying juga menyebabkan stok masker kosong karena masyarakat khawatir dan untuk melindungi dirinya sehingga memborong masker yang ada sehingga masker kosong di pasar.
"Kita sudah minta agar stok ditambah tapi tidak bisa sehingga kosong tapi masyarakat jangan khawatir karena dengan menerapkan pola hidup sehat membantu menangkal penyebaran virus Corona sebab jika menerakan pola hidup sehat maka, makan bergizi seimbang dan cukup istirahat dan rajin mencuci tangan bisa meningkatkan sistem imun melawan penyakit tersebut," ujarnya, Selasa (3/3/2020).
• Video : Jangan Beli Masker Dengan Harga Tinggi, Ini Saran Dari Kadinkes Sumsel
• 42 Orang Dalam Pengawasan Dinkes Kota Palembang Terkait Virus Corona, Kadinkes Sumsel: Jangan Panik!
Lesti mengatakan meski masker kosong namun masyarakat jangan panik masih ada cara lainnya bisa digunakan untuk mengantisipasi penyakit tersebut misalnya dengan tetap menjaga jarak dengan tidak terlalu dekat pada orang yang teridentifikais virus.
Selain itu mulailah menyetop kebiasaan cipika cipiki atau cium pipi saat bertemu karena virus Corona menyebar melalui sentuhan dan kontak langsung.
Selain itu jika masker tidak lagi tersedia di toko bisa dibuat sendiri dengan bahan kain yang juga memiliki pori-pori yang baik agar bebas bernapas sehingga tetap terjaga kontaknya dengan udara bebas jika ada lontaran batuk atau flu di udara.
"Masyarakat bisa buat masker sendiri karena untuk membeli tidak ada maskernya jadi buat sendiri sebagai solusi perlindungan diri karena masker sekali pakai juga hanya bisa satu kali digunakan," ujarnya.
Selain bisa mengganti masker yang dijual dengan masker buatan, solusi kosongnya hand sanitizer juga bisa diatasi dengan rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setiap kali beraktivitas. Karena tangan juga rentan menjadi tempat penukaran karena setiap aktivitas dilakukan dengan tangan.
"Intinya jangan panik menghadapi situasi ini namun selalu waspada dan siaga sebagai upaya pencegahan," ujarnya.
Pantauan di Indomaret bandara stok masker kosong begitu juga hand sanitizer juga tidak ada lagi.
"Kosong maskernya, banyak juga yang mencari tadi tapi memang karena stoknya tidak ada sehingga kita tidak bisa jual," ujarnya petugas Indomaret Bandara. (tk)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/kadinkes-sumsel-dra-lesty-nurani_20161121_130059.jpg)