Breaking News:

Tercatat Pengurus Parpol, Satu dari Lima Besar Calon Anggota PPK di Musi Rawas Mengundurkan Diri

Lima besar calon anggota PPK yang terlibat parpol tersebut terdapat di Kecamatan Suku Tengah Lakitan (STL) Ulu Terawas.

sripoku.com/ahmadfarozi
Syarifudin anggota KPU Musirawas 

Laporan Wartawan Sriwijaya Post Ahmad Farozi

SRIPOKU.COM, MUSIRAWAS - Selama masa tanggapan masyarakat tahap kedua terkait penetapan lima besar calon anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), yang berlangsung 15 - 22 Februari 2020, KPU Musi Rawas menerima 12 pengaduan.

Dari 12 pengaduan tersebut, hanya satu yang bisa meyakinkan KPU Msui Rawas tentang keakuratan data yang dilaporkan, yaitu, tercatat dalam kepengurusan partai politik (parpol) tertentu.

Divisi Sosialisasi Parmas SDM KPU Musi Rawas, Syarifudin, mengatakan lima besar calon anggota PPK Musi Rawas yang terlibat parpol tersebut terdapat di Kecamatan Suku Tengah Lakitan (STL) Ulu Terawas.

"Selama masa tanggapan masyarakat tahap kedua, terhadap lima besar calon anggota PPK Musi Rawas yang ditetapkan, ada 12 pengaduan tapi hanya satu yang akurat.

Yaitu salah seorang dari lima besar calon PPK di Kecamatan Terawas, tercatat sebagai pengurus parpol, atas nama Harsoni" kata Syarifudin, kepada Sripoku.com, Minggu (23/2/2020).

Inilah 5 Fakta Seputar Sensus Penduduk 2020: Buka Lowongan 390.000 Petugas Sensus

Dikatakan, pihak KPU Musi Rawas sudah melakukan klarifikasi terkait tanggapan masyarakat tersebut, baik terhadap yang bersangkutan maupun klarifikasi dengan partai politiknya.

Menurutnya, setelah diklarifikasi, yang bersangkutan mengaku memang pernah mengikuti kegiatan parpol pada tahun 2017.

Dan setelah diklarifikasi dengan parpol, memang namanya masih tercatat sebagai pengurus parpol.

Inilah 5 Fakta Seputar Sensus Penduduk 2020: Buka Lowongan 390.000 Petugas Sensus

"Yang bersangkutan sudah mengundurkan diri secara tertulis. Dan akan digantikan dengan nama dibawahnya untuk mengisi posisi anggota PPK.

Nanti akan kita plenokan secepatnya, sebelum pelantikan anggota PPK Musi Rawas terpilih yang akan dilaksanakan pada 29 Februari 2020 ini," katanya.

Ditambahkan, selain laporan tersebut, ada beberapa tanggapan lainnya.

Seperti laporan soal KTP. Namun setelah dicek, ternyata laporan masyarakat tersebut tidak terbukti. Karena KTP yang dilaporkan, benar KTP setempat.

"Yang dilaporkan memang tinggal di tempat lain. Tapi KTP elektroniknya setelah dicek, benar ditempat dia mendaftar untuk calon PPK. Artinya tak menyalahi aturan.

Penulis: Ahmad Farozi
Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved