Breaking News:

Buya Menjawab

Hukum Sholat Berjamaah

kenapa sholat berjama’ah di masjid itu menurut mazhab Syafii Fardhu kifayar dan apa uzur yang membolehkan tidak berjamaah di masjid bagi laki-laki.

SRIPOKU.COM/Anton
Ilustrasi - Sholat Berjamaah. 

SRIPOKU.COM - Assalamu’alaikum.Wr.Wb.
BUYA kenapa sholat berjama’ah di masjid itu menurut mazhab Syafii Fardhu kifayar dan apa uzur yang membolehkan tidak berjamaah di masjid bagi laki-laki. Mohon penjelasan Buya.

Terimakasih. 08527332xxxx

Buya Menjawab: Apa Hukumnya bagi Orang Tua Uzur yang Tidak Sholat Berjamaah di Masjid

Masyarakat Pagaralam Khusyu Minta Hujan, Sholat Istisqo Berjamaah Lapangan Merdeka Alun-Alun Utara

Jawab:
Wa’alaikumussalam.Wr.Wb.
Sholat berjama’ah di masjid hukumnya fadhu kifayah menurut Imam Syafi’I, beliau mengacu kepada dalil hadits Rasulullaha SAW. yang artinya: ”Tidaklah ada tiga orang yang tinggal disebuah kampung atau desa, kemudian tidak dilaksanakan sholat berjama’ah di sana, kecuali setan telah menguasai mereka. 

Karena itu, kalian harus selalu melakukan sholat berjama’ah! Srigala hanya akan memangsa seekor domba yang berada paling belakang (memencil sendiri)”. (HR. Abu Dawud dan Nasa’I, dishahihkan oleh Ibnu Hibban dan al-Hakim.)

Serta haditsdari Abu Hurairah Ra yang artinya: ”Sholat yang paling berat untuk orang munafik adalah sholat Isya dan Subuh (berjama’ah)”.

Hadits terakhir ini menjadi dalil bagi mazhab Hambali menetapkan hukum sholat berjam’ah itu fardhu ain.

Dikuatkan dengan dalil hadits nabi Muhammad SAW.; Artinya: ”Demi jiwaku yang berada di tangan-Nya, aku ingin sekali memerintahkan para tukang kayu untuk mengumpulkan kayu bakar sampai banyak, lalu memerintahkan dilaksanakannya sholat dan dikumandangkannya azan. Setelah itu aku memerintahkan kepada seseorang untuk mengimami orang-orang, lalu aku memeriksa kepada orang-orang yang tidak ikut sholatberjama’ah, agar aku bisa membakar rumah-rumah mereka.”(HR. Muttafaqalaih. Malik, Abu Dawud, at-Tirmidzidan an-Nasai (Jami’ulushul, Jilid 6, hlm.369)

Uzur yang membolehkan tidak berjamaah; Menurut mazhab Syafi’I diantaranya, gempa bumi, angin panas siang atau malam (di Madinah terkadang 56 derajat, tetapi kini sudah bisa dinetralisirdengan AC), sibuk mengurusi mayat, malam pengantin (untuk sholat malam hari, menurut imam Maliki selama enam hari), imam yang terlalu lama melakukan sholatnya dari waktu normal, imam cepat dalam membaca sedang makmum pelan sekali, sakit menahun, lumpuh, putus kaki, orang cacat, orang buta jika tidak ada yang menuntunnya. (Wahbah Zuhaili, Al-Fiqhul Islam wa Adillatuhu, Darul Fikir Damaskus2007 Cet. Kesepuluh hlm.306)

Semoga masjid-masjid ramai dimakmurkan dengan sholat berjamaah oleh laki-laki yang tidak ada uzur. (*)

Keterangan:
Konsultasi agama ini diasuh oleh Buya Drs H Syarifuddin Yakub MHI.
Jika Anda punya pertanyaan silahakan kirim ke Sriwijaya Post, dengan alamat Graha Tribun, jalan Alamasyah Ratu Prawira Negara No 120 Palembang. Faks: 447071, SMS ke 0811710188, email: sriwijayapost@yahoo.com atau facebook: sriwijayapost

Jangan lupa Like fanspage Facebook Sriwijaya Post di bawah ini:

Facebook Sripoku
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved