Breaking News:

Gegara Tunggu Teman, Peserta Tes SKD CPNS 2020 di Muba Ini Telat, Teman yang Ditunggu Justru On Time

Seorang peserta tes CPNS di Muba terpaksa gugur lantaran telat datang karena menunggu temannya yang juga ikut tes.

Penulis: Fajeri Ramadhoni | Editor: Refly Permana
sripoku.com/fajeriramadhoni
Ketiga peserta Tes SKD CPNS 2020 untuk Muba yang telat pada sesi pertama yang dilaksankan di Gor Ranggonang Sekayu. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Fajeri Ramadhoni

SRIPOKU.COM, SEKAYU - Cita-cita untuk menjadi Aparatur Sipil Negera (ASN) harus digantung sementara oleh salah satu peserta Tes SKD CPNS 2020 untuk Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), yakni Lois Pernando Nandito. 

Gara-gara menunggu temannya, Lois terpaksa menunda harapannya untuk memakai lambang Korpri di dada sebelah kiri manakala telat dalam mengukuti ujian sesi pertama pada pukul 08.00 WIB. 

Dari pantauan di lapangan Sabtu (8/2/2020), terdapat tiga peserta tes CPNS yang telat mengikuti tes karena terlambat 15 menit.

Sehingga ketiganya tidak bisa mengikuti tes karena sistem mengunci, sedangkan dua peserta tes lainnya tampak murung dan tidak ingin dibincangi.

Panitia Tes SKD Kemenkumham Sumsel Fokus Awasi KTP Peserta Demi Cegah Joki

“Telat pak 15 menit, tadi telat karena menunggu teman.

Teman saya akhirnya bisa masuk, sementara  saya ketika mau masuk juga tetapi sudah terkunci,” ujar Lois Fernando, Sabtu (8/2/20) sekitar pukul 09.00 WIB.

Lanjutnya, telatnya dirinya dalam mengikuti CPNS sedikit kecewa karena menjadi ASN merupakan keinginan orangtua.

“Sedih pak, kapan lagi mau jadi PNS.

Kalau saja tahun depan ada lagi, kalau sekarang terpaksa urung pakai lambang korpri,” ujar Lois seraya pergi menuju tempat kerjanya di salah satu bank swasta di  Sekayu.

Sementara, Kepala Kantor Regional VII Palembang Agus Sutiadi mengatakan pihaknya mengimbau peserta untuk datang 90 menit lebih awal untuk mengikuti tes.

Seorang Ayah di Palembang Ini Izin Absen Kerja Demi Dampingi Putrinya yang Tes SKD CPNS 2020 di Muba

Karena terlambat 5 menit peserta akan langsung gugur.

“Jangakan terlambat 15 menit, terlambat 5 menit saja peserta langsung gugur.

Kenapa demikian sistem CAT BKN sistemnya mengunci jadi bagi pesera yang terlambat tidak bisa ikut, tahun sebelumnya kita memaklumi tetapu sekarang tidak.

Kalau masih mau dipaksakan bisa tetapi tidak tercatat sama sekali,” tegasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved