Bangkai Ayam Dibuang Sembarangan

Ayam yang mati mendadak usianya tidak merata, karena usia ayam yang dipeliharanya bervariasi

Penulis: Rahmaliyah | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM/RAHMALIYAH
Kandang peternak ayam yang tampak kosong setelah ada flu burung. 

PALEMBANG, SRIPO -- Pasca kejadian ayam-ayam yang mati mendadak di kawasan Jalan Iswayudi, Sekojo, sejumlah warga diungkapkan A salah seorang peternakan tak merasa khawatir. Alasannya, karena kejadian ayam mati mendadak bukan kali ini terjadi.

"Kalau menurut mereka itu udah penyakit tahunan karena pergantian cuaca. Sejauh ini alhamdullillahiya mbak, karena ya tadi mereka anggap udah biasa setiap tahun," ujarnya, Jumat (7/2/2020).

Heboh 400 Ekor Ayam Mati Positif Flu Burung di Palembang, Ini Cara Agar Terhindar dari Flu Burung

Pihak Kecamatan Kalidoni Sempat Dapat Edaran Terkait Flu Burung, tapi belum Terima Lokasi Pasti

A menceritakan, pertama kali ia mendapati ayam-ayam yang dipeliharanya mati sekitar tanggal 28 Desember kemarin. "Saat itu hanya satu ekor, tapi secara jumlah ayam saya yang mati 40-50 ekor," katanya.

Kejadian ayam mati mendadak ini bukan hanya terjadi dengannya namun ada sejumlah warga yang mengalami hal yang sama.

"Lumayan mbak dan banyak juga emang sebelumnya ada kabar ayam mati bahkan sebelum yang kejadian dirumah, hanya kadang orang ga tau harus kontak kemana, dan kurangnya pengetahuan orang kalo ayam yang sakit itu harus dibakar, kebanyakan orang sembarangan buangnya," tutur A.

"Yang saya pelihara 200 ekor, tapi yang mendadak mati 40-50 ekor. Untuk hasil cek lab, bisa langsung di konfirmasi dgn pak Jafrizal," ujarnya, Jumat (7/2/2020).

Diungkapkannya, ayam yang mati mendadak usianya tidak merata, karena usia ayam yang dipeliharanya bervariasi, dimana paling tua umur 8 bulan, paling muda 2 bulan.

Kondisi kandang pun kini dibiarkan kosong, karena pasca kejadian kemarin langsung dilakukan tindakan pengosongan kandang. Ayam yang dalam kondisi sehat dipotong terus untuk konsumsi, dan yang terlihat indikasi sakit dipotong, dibakar terus langsung dikubur.

"Kandang dibiarkan kosong, dan sudah jg di lakukan penyemprotan disinfektan," ujarnya.

A menambahkan, kejadian ini merupakan kali pertama baginya. Tetapi, kejadian ayam mati mendadak ini bukan hanya terjadi dengannya namun ada sejumlah warga yang mengalami hal yang sama. (cr26)

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved