Dinkes Cari Tahu Wong Kito di Natuna Jika Ikut Dikarantina
keduabelas mahasiswa Sumsel yang pulang tidak diisolasi karena bukan berasal dari Kota Wuhan di Provinsi Hubei, tempat wabah Corona berkembang
Penulis: Jati Purwanti | Editor: Soegeng Haryadi
PALEMBANG, SRIPO -- Sebanyak dua belas mahasiswa asal Sumsel resmi dipulangkan dari Tiongkok pada Sabtu (1/2/2020). Kesemua mahasiswa ini diizinkan untuk pulang ke daerah masing-masing dan tidak diisolasi.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumsel, Lesty Nurainy, menjelaskan keduabelas mahasiswa Sumsel yang pulang tidak diisolasi karena bukan berasal dari Kota Wuhan di Provinsi Hubei, tempat wabah Corona berkembang. Namun, pemeriksaan terhadap semua mahasiswa tetap dilakukan hingga masa inkubasi berakhir.
"Setelah menjalani prosedur pemeriksaan mereka, tidak ada tanda-tanda kesehatan mereka terganggu. Mereka tetap kita pantau selama 14 hari. Sampai sekarang mereka aman," jelasnya, Senin (3/2/2020).
• Pulang dari Cina, Penyanyi Ika Mustafa Diisolasi dan Dikarantina Diduga Terkena Virus Corona
• 12 Mahasiswa Sumsel Baru Pulang dari China, Semua Diizinkan Pulang ke Rumah Tapi Tetap Dipantau
• Perjuangan 7 Mahasiswa Kembali ke Palembang, Tiga Kali Booking Pesawat Dicancel
Para mahasiswa datang terpisah di antaranya lewat kedatangan internasional dan domestik. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel tercatat ada dua belas mahasiswa yang sudah kembali ke Sumsel. Sembilan diantaranya sudah masuk dan terdata, sedangkan tiga orang lagi sedang didata.
"Sembilan orang terdata di kedatangan domestik. Tiga orang dari Internasional. Untuk yang terdata dua dari Muaraenim, dua Prabumulih, satu OKI, dan Empat Palembang," ujar Lesty.
Dia menambahkan, jika pihaknya belum mengetahui ada warga Sumsel yang nantinya akan diisolasi di Natuna. Meski demikian pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan RI
Disebutkan Lesty, terdapat empat rumah sakit rekomendasi dari Kemenkes RI di Sumsel untuk menampung jika ada yang terjangkit virus Corona yaitu RS Siti Aisyah Lubuklinggau, RSUD Lahat, RSUD Kayuagung dan Rumah Sakit Muhammad Hoesin (RSMH) Palembang.
"Selain itu, di sana ada tempat isolasinya. Di bandara juga kita siapkan, bahkan KKP ada ambulans yang khusus untuk isolasi," terangnya.
Untuk mencegah sebaran virus Lesty mengimbau masyarakat Sumsel untuk menjaga kesehatan melalui Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Jika merasakan tanda-tanda sakit seperti demam, batuk dan sesak napas dia juga meminta masyarakat untuk segera memeriksakan kesehatan ke fasilitas kesehatan sesuai imbauan kemenkes RI.
"Jaga kesehatan, makan dengan gizi seimbang, air putih, istirahat cukup karena kondisi sakit akan mudah tertular penyakit. Kalau di layanan publik pakai masker, mencuci tangan pakai sabun." ujarnya. (mg3)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/bajuastronot.jpg)