Berita Lubuklinggau

DLH Lubuklinggau Kewalahan Atasi Sampah Berserakan di Sepanjang Jalan, Ini Penyebab dan Solusinya

Pemandangan tak sedap terlihat setiap pagi, sampah plastik dan rumah tangga berserakan di sepanjang Jl Yos Sudarso Kota Lubuklinggau.

DLH Lubuklinggau Kewalahan Atasi Sampah Berserakan di Sepanjang Jalan, Ini Penyebab dan Solusinya
Tribunsumsel.com/Eko Hepronis
Para pemulung saat membongkar sampah-sampah plastik di depan eks Kantor DPRD Kota Lubuklinggau, Jumat (31/1/2020). 

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Pemandangan tak sedap selalu disaksikan setiap pagi, sampah plastik dan rumah tangga masih banyak berserakan di bekas-bekas Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sementara di sepanjang Jalan Yos Sudarso Kota Lubuklinggau.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Lubuklinggau pun mengaku cukup kewalahanan mengatasi sampah berserakan tersebut.

Sebagai solusinya DLH pun memasang spanduk pengumuman di sejumlah TPS yang ada di sepanjang Jalan Yos Sudarso Kota Lubuklinggau.

"Iimbauan-Imbauan itu kita pasang di setiap tempat masyarakat buang sampah itu, agar membuang sampah sebelum diangkat oleh petugas, " kata Kepala DLH Lubuklinggau, Subandio pada Tribunsumsel.com, Jumat (31/1).

Subandio menjelaskan, jadwal mobil pengangkut sampah lewat melakukan pengangkutan di sepanjang Jl Yos Sudarso untuk pagi sebelum pukul 07.00 WIB dan untuk sore hari pukul 16.00 WIB.

"Kalau dijadwalnya pukul 07.00 WIB, ternyata masyarakat membuangnya pukul 10.00 WIB. Tapi alhamdulillah sekarang sudah beguyur berkurang walau pun masih banyak belum," ujarnya.

Jika Anda Hobi Memancing di Kawasan Sungai Rengit Banyuasin, Waspadalah! Buaya Sering Muncul

Serunya Sat Narkoba Polres Muaraenim Menangkap Pengedar Narkoba Nekat Berenang Nyeberang Sungai

Tim Gabungan Pemkab PALI Tinjau Lokasi Banjir di Dua Desa, Serahkan Bantuan Sembako kepada 824 KK

Kedepan sebagai solusi mengatur sampah di Kota Lubuklinggau, DLH pun rencana akan membuat terminal mobil sampah di masing-masing kecamatan atau satu kecamatan satu terminal sampah.

"Sistemnya stanby, apabila penuh langsung berangkat ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Sekarang baru tahap rencana kalau bisa tahun ini tergantung anggaran," ungkap Subandio.

Subandio bercerita, dulu sebelum dipasang pohon-pohon dan TPS belum dilakukan pembongkaran
di wilayah Jalan Nangka Kecamatan Lubuklinggau Utara I masyarakat buang sampah amburadul.

"Dengan adanya itu mengurangi, memang masih ada yang membuang tapi mulai berkurang. Setiap harinya volume sampah yang kita angkut sekarang masih 200 ton, dan jumlah armada ada 18 armada ditambah 10 motor," tambahnya. (Joy)

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved