Berita OKU Timur
4.077 Warga OKU Timur Terserang Diare Selama 8 Bulan terakhir, Dinkes Gencarkan Germas
Selama delapan bulan terakhir dari Januari-Agustus, Dinas Kesehatan mencatat sedikitnya 4.077 kasus diare yang menimpa masyarakat OKU Timur.
Penulis: Choirul Rahman | Editor: tarso romli
SRIPOKU.COM, MARTAPURA -- Selama delapan bulan terakhir dari Januari-Agustus, Dinas Kesehatan setempat mencatat sedikitnya 4.077 kasus diare yang menimpa masyarakat OKU Timur.
Ditambah musim kemarau yang melanda Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, bukan hanya membuat debit air Sungai Komering menurun, tetapi juga memicu persoalan kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan OKU Timur Yakub, SKM, MKes, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Umaidah Kosim, SSi, Apt, MKes, menjelaskan bahwa mayoritas penderita adalah anak-anak.
Sebagian sempat menjalani perawatan di rumah sakit, namun seluruh pasien berhasil sembuh.
“Tidak ada korban jiwa dalam kasus ini. Semua pasien dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan intensif,” ungkap Umaidah, Senin (8/9/2025).
Menurutnya, kualitas air sungai yang menurun di musim kemarau membuat bakteri mudah berkembang dan meningkatkan risiko penyakit diare.
Hal ini menjadi persoalan serius karena Sungai Komering masih menjadi sumber utama kebutuhan sehari-hari masyarakat, mulai dari mandi hingga memasak.
“Air sungai ini sumber kehidupan warga OKU Timur. Namun, jika tidak diolah dengan benar, bisa memicu penyakit,” jelasnya.
Gencarkan Kampanye GERMAS
Menghadapi ancaman tersebut, Dinas Kesehatan kini memperkuat langkah pencegahan melalui kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).
Tenaga kesehatan di seluruh puskesmas dikerahkan untuk memberikan edukasi langsung kepada warga.
Baca juga: Warga Pagar Alam yang Terlanjur Konsumsi Daging Kucing iminta Periksa Kesehatan
Fokus utama kampanye adalah menjaga pola makan sehat, memperbanyak konsumsi buah dan sayur, serta membiasakan olahraga rutin.
Edukasi juga menekankan pentingnya pengolahan air bersih, terutama bagi keluarga yang masih mengandalkan air sungai.
“Yang paling utama adalah menghindari mengonsumsi air sungai. Kalau pun terpaksa, air harus benar-benar dimasak hingga matang sebelum dikonsumsi,” tegas Umaidah.
Kasus ribuan diare dalam delapan bulan terakhir menjadi alarm bagi masyarakat OKU Timur.
| Inilah Bandit Curanmor Spesialis Kebun Karet di OKU Timur, Incar Petani yang Lagi Menyadap Getah |
|
|---|
| Bandit Begal Ini Ngaku Polisi saat Beraksi di Jalan Lintas OKU Timur, Korban Ditodong Pistol |
|
|---|
| Cemburu Usai Cerai Siri, Polisi Ungkap Motif Pembunuhan IRT di Gunung Terang OKU Timur |
|
|---|
| Sudah 2 Tahun Duku Komering Mendadak Tak Berbuah, Petani di Desa Rasuan Terpukul Perubahan Iklim |
|
|---|
| Sosok Petani Jagoan di OKU Timur, Nekat Jadi 'Penguasa' Dua Jenis Narkoba Antar Kecamatan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Umaidah-Kosim.jpg)