Human Interest Story
Kisah Para Perawat di RS di Wuhan, Botak Demi Nyawa Pasien
Petugas medis di sejumlah rumah sakit di Wuhan, China, beberapa hari terakhir berjibaku dengan pasien-pasien yang terinfeksi virus corona.
VIRUS corona telah mewabah di Wuhan China. Beberapa rumah sakit di kota tersebut dibanjiri pasien untuk berobat dan melakukan pengecekan virus.
Beberapa rumah sakit bahkan sampai kekurangan ruang isolasi, obat-obatan dan tenaga medis sementara pasien terus bertambah.
Petugas medis di sejumlah rumah sakit di Wuhan, China, beberapa hari terakhir berjibaku dengan pasien-pasien yang terinfeksi virus corona.
Bagaimana tidak, tim medis ini menjadi garda terdepan ketika wabah virus corona itu terus menimbulkan korban jiwa khususnya di Wuhan.
Jumlah pasien yang membeludak mengharuskan para tim medis untuk cepat melakukan penanganan dan perawatan pasien.
Sibuk menangani pasien virus corona, tim medis di beberapa rumah sakit melakukan berbagai cara.
Meski mengenakan baju pengaman, tim medis berhadapan dengan pasien dan menjadi rawan terpapar virus lantaran kontak langsung dengan pasien terinfeksi virus.
Untuk semakin memudahkan penanganan pasien dan meminimalisir penularan virus corona, tim medis melakukan pencegahan.
Di antaranya yang dilakukan para perawat di rumah sakit. Mereka, para perawat yang berambut panjang mencukur rambutnya demi memudahkan penanganan pasien dan antisipasi penularan.
Seperti yang dilakukan Shan Xia (30) perawat di Rumah Sakit Renmin, Universitas Wuhan.
Ia mencukur botak rambutnya yang panjang pada hari Senin untuk membantu pekerjaannya dalam memerangi virus corona baru sebagaimana dilaporkan Chinadaily.
Shan yang juga seorang ibu dari dua anak, mengatakan bahwa ia memotong rambutnya untuk menghindari infeksi silang dan menghemat waktu saat mengenakan dan melepas pakaian pelindung.
Sejumlah foto-foto perawat di Wuhan mencukur rambutnya juga banyak dibagikan di Twitter.
Foto-foto ini menunjukkan para perawat saling bantu untuk mencukur rambut mereka saat bekerja menangani pasien coronavirus.
Akun Twitter @7berrrry, juga membagikan foto tim medis di rumah sakit kota Wuhan sampai memotong rambut mereka menggunakan gunting secara bergantian.
"Penduduk sekarang panik dengan virus. Dokter dan perawat di kota Wuhan bekerja tak henti diluar imajinasi kita. Pekerja medis perempuan sampai memotong rambut untuk memberi layanan terbaik. Mereka layak mendapat dukungan dan hormat" tulis akun Twitter @7berrrry.
Tim medis tengah berupaya menyelamatkan pasien yang terjangkit virus corona yang mewabah sejak akhir Desember 2019.
Saking sibuknya menangani pasien virus corona, tim medis harus memakai popok dewasa, karena mereka tak punya waktu pergi ke toilet di tengah usaha mereka merawat pasien virus corona.
Para pekerja kesehatan berjibaku menangani para pasien yang positif terinfeksi patogen mematikan itu, di tengah ribuan kasus yang muncul.
Berbagai video yang tidak bisa terkonfirmasi kebenarannya merebak di media sosial, menunjukkan suasana rumah sakit tempat pasien dirawat.
Dalam laporan media setempat, tim medis yang kelelahan tetap mengenakan pakaian hazmat mereka untuk merawat pasien positif virus corona.
Mereka menuturkan, pakaian itu membutuhkan waktu lama untuk bisa dilepaskan ketika mereka harus pergi ke toilet untuk buang hajat.
Seorang dokter di Rumah Sakit Union Wuhan di Weibo mengatakan, mereka memakai popok untuk orang dewasa demi mempersingkat waktu.
"Kami tahu bahwa pakaian perlindungan ini mungkin adalah hal terakhir yang kami pakai. Kami tak bisa membuang-buang waktu," ucapnya dilansir Daily Mirror Minggu (26/1/2020).
Presiden Xi Jinping menyatakan, China terancam menghadapi "suasana sedih" yang sudah merenggut kegembiraan perayaan Tahun Baru Imlek.
Sebabnya, virus dengan kode 2019-nCov (Novel Coronavirus 2019) itu sudah merenggut puluhan nyawa, di mana sebagian besar korban terpusat di Provinsi Hubei.
Dengan lebih dari ribuan kasus yang sudah dilaporkan, Hong Kong kemudian mengumumkan keadaan darurat, membatalkan perayaan dan memperketat kunjungan ke daratan utama.
Hingga saat ini, terdapat 16 negara termasuk Negeri "Panda" yang mengumumkan kasus positif.
Di antaranya adalah AS, Australia, Kanada, hingga Vietnam. AS melalui Kementerian Luar Negeri menuturkan berencana mengevakuasi warganya menggunakan pesawat carteran keluar dari Wuhan, kota yang menjadi asal penyebaran virus corona.
Badan kesehatan dunia WHO meningkatkan resiko global virus corona yang sebelumnya level sedang menjadi tinggi.
Pihak berwenang China memberi konfirmasi pada Selasa (28/1/2020), jumlah kasus virus corona meningkat menjadi 4.515 kasus dan jumlah kematian sebanyak 106 orang.
Sementara itu Kota Tianjin Cina telah menyiapkan langkah strategis untuk membendung penyebaran epidemi dan menciptakan fasilitas medias tunggal untuk mengurangi penyebaran virus corona.
2019-nCoV atau virus corona telah terdeteksi di Korea Selatan, Jepang, Taiwan, Vietnam, Kamboja, Singapura, Malaysia, Thailand, Nepal, Australia, Prancis, Jerman, Kanada, dan Amerika Serikat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/afphector-retamal.jpg)