Berita Banyuasin
Sensus Penduduk Tahun 2020 di Banyuasin Diharapkan tidak hanya Sekedar Melengkapi Laporan Data
Iswandi meminta sensus penduduk 2020 yang dilakukan BPS nanti, tidak dilakukan asal melengkapi laporan data atau menembak diatas meja.
Penulis: Mat Bodok | Editor: Tarso
Laporan wartawan sripoku.com, Mat Bodok
SRIPOKU.COM, BANYUASIN - Sensus Penduduk 2020 di Kabupaten Banyuasin akan dimulai pada Februari-April ini.
Hal Itu diketahui setelah dibahas oleh Badan Pusat Statistik atau BPS Kabupaten Banyuasin bersama dengan Pemkab Banyuasin yang digelar di ruang rapat Bupati, Senin (20/1/2020).
Hanya saja ada pihak yang pesimis jika kegiatan sensus penduduk yang dilakukan BPS nanti tak ada bedanya dengan proyek barang dan jasa semata untuk kepentingan mendapat anggaran dari Pemerintah Pusat.
Sebab, akurasi data sensus yang diperoleh dari BPS Banyuasin diragukan untuk menjadi pedoman data pemerintah, lantaran data yang diserahkan ke pemerintah jauh berbeda yang diterima dari Dinas Kependudukan Catatan Sipil.
Terbukti berbagai program yang telah berjalan di Kabupaten Banyuasin seperti PKH, Rastra, KIS dan BPNT, sering ditemukan masyarakat yang menerima bantuan tidak tepat sasaran.
"Kami meragukan akurasi sensus penduduk yang dilakukan BPS Banyuasin. Karena data yang dibuat relawan sensus melenceng dari fakta di lapangan," ujar Iswandi Ketua Relawan Jaya Bersatu Banyuasin kepada wartawan.
• Sindikat SIM Palsu di Palembang Dibongkar, Pelaku Sudah Dua Tahun Cetak SIM Palsu
• Kondisi Gelora Nopember PALI Memprihatinkan Dipenuhi Sampah Berupa Bungkusan Komix dan Lem
• Komisi IV DPRD Ogan Ilir Jadikan Atensi Khusus Kasus Kekerasan Terhadap Siswi di Kandis Ogan Ilir
Iswandi meminta sensus penduduk 2020 yang dilakukan BPS nanti, tidak dilakukan asal melengkapi laporan data atau menembak diatas meja sehingga data yang didapatkan tidak terpakai alias mubazir.
"Perlu ada evaluasi sensus penduduk terlebih dalam merekrut relawan sensus yang profesional. Supaya kedepan untuk mendapatkan hasil pendataan penduduk yang benar sesuai fakta di lapangan," harap Iswandi.
Kepala BPS Banyuasin Edi Subeno mengatakan, mestinya data penduduk ini harus update setiap tahun karena data penduduk ini bisa memberikan informasi terkini dan hasilnya akan diberikan ke pemerintah untuk digunakan semua instansi.
Menurutnya sensus penduduk ini memang setiap detik harus update, berbeda dengan data perlindungan sosial yang kadang tidak update akan berdampak pada bantuan masyarakat.
"Sensus ini bukan proyek, ini kewajiban disediakan anggaran jika tidak digunakan juga salah. Kami akan lakukan dengan profesional dan hasilnya nanti digunakan untuk kegiatan pemerintah," katanya.
Edi menambahkan, petugas yang rekrut sebanyak 1400 orang tersebar di 305 desa dan kelurahan dalam Kabupaten Banyuasin artinya 4 orang petugas perdesa yang akan melakukan pendataan penduduk.
"Kita menjamin hasil sensus penduduk yang kita lakukan tahun 2020 lebih akurat," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/rapat-bps-membahas-sensus-penduduk.jpg)