Human Interest Story
Kisah Wanita Babat Toman Dipersunting Bule Kanada, Cinta Bersemi Via Dating Older
Usut punya usut, cinta keduanya bersemi saat memainkan aplikasi di media sosial facebook Dating Older.
Penulis: Fajeri Ramadhoni | Editor: Soegeng Haryadi
CINTA tak mengenal usia. Hal itu berlaku bagi pasangan Mardiati (41) asal Desa Bangun Sari Kecamatan Babat Toman, Muba yang menikah dengan Brooke Kent (60), asal Motuba, Kanada. Meski usia terpaut jauh dan dari negara yang berbeda, tak menghalangi cinta keduanya.
Usut punya usut, cinta keduanya bersemi saat memainkan aplikasi di media sosial facebook Dating Older. Dari percakapan melalui aplikasi itu, antara keduanya tumbuh benih-benih cinta yang berujung ke pelaminan.
Akad nikah keduanya dilaksanakan di Desa Bangun Sari, Jumat (10/1) lalu sedangkan resepsi pernikahan dilakukan di Palembang. Jagad media sosial mencari-cari siapa Brooke Kent yang meminang buah hati dari pasangan Marman (69) dan Miskinah (70).
Saat ini keduanya sedang menikmati bulan madu di Jakarta. Namun Mardiati saat dihubungi mengungkapkan awal perkenalannya dengan Brooke Kent terjadi sekitar bulan Juli 2019 lalu.
“Waktu itu saya memposting semacam lelucon di grup tersebut, tidak lama Brooke pun menghubungi saya via Messenger di Facebook. Namun saat itu tidak terlalu saya tanggapi. Namun dia terus menghubungi saya, lama-kelamaan komunikasi kami pun semakin akrab. Dia pun nyaris setiap hari menghubungi saya via video call,” kata Mardiati.
Meski demikian, kisah cinta mereka tidak selancar yang diduga. Keduanya sempat terkendala perbedaan waktu antara Indonesia dan Kanada yang mencapai 12 Jam. Diungkapkannya, setiap pulang dari menyadap karet sekitar pukul 10.00 WIB, Brooke selalu menghubunginya.
"Ada banyak cerita dan kita bagi satu sama lain setiap harinya, mulai dari budaya hingga kondisi kehidupan masing-masing. Saya merasa jatuh cinta kepadanya ketika perlakuan yang baik juga membuatnya akhirnya memutuskan bersedia menikah dengan Brooke,”ungkapnya.
Untuk proses melangsungkan pernikahan ada syarat yang harus dilakukan Brooke yakni masuk Islam terlebih dahulu. Sang suami akhirnya masuk islam dua hari sebelum akad nikah.
“Saya awalnya diajak ke Kanada tetapi, ia telah mengirim uang untuk pembuatan paspor. Tapi ada kendala pada pengurusan visa. Atas saran dari pengacara agar melangsungkan pernikahan dulu, supaya lebih mempermudah pengurusan visa nanti,” tutur Mardianti.
Setelah menikah ini Mardiati rencananya akan mengikuti sang suami dan membawa serta putranya, Nicholas yang masih duduk dibangku kelas 3 SMA.
"Nico rencananya akan menyusul saat dia tamat sekolah nanti, saat ini ia akan saya suruh mengikuti kursus bahasa Inggris dulu agar bisa menyesuaikan saat tinggal disana nanti,” katanya.
Sedangkan Miskinah, ibunda dari Mardiati mengaku sangat terkejut mendegar apa yang disampaikan sang anak untuk menikah dengan pria bule asal Kanada. “Saya terkejut awalnya, tapi kalau sudah jodoh ya mau bagaimana lagi. Tapi sebelum menikah saya minta Brooke masuk Islam dahulu tanpa ada paksaan sama sekali,” ungkapnya.
Kepala Desa Bangun Sari Umar Usman mengetahui adanya pernikahan antar keduanya. Ia mengakui Mardiati merupakan warga desanya, namun ia tidak bisa menghadiri acara karena ada kerjaan.
“Mereka mengurus administrasi langsung ke KUA. Nama bulenya Brooke Kent saat ini dari informasi keluarga mereka telah ke Jakarta,” katanya. (fajeri ramadhoni)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/perempuan-asal-desa-bangun.jpg)