Breaking News

Soal SKD tak Bisa Dijebol

Dengan menggunakan sistem komputerisasi dan transparansi, tak ada celah bagi oknum untuk bermain.

Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA
Ratusan peserta cpns 2018 mendapatkan arahan sebelum mengikat tes CAT DI instansi Kemenkumham Sumsel di Dining Hall, Jakabaring, Palembang beberapa waktu lalu. 

PALEMBANG, SRIPO -- Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional VII, Agus Sutiadi memastikan pelaksanaan seleksi CPNS dengan sistem Computer Assisted Test (CAT) sangat transparan dan tak bisa dijebol.

Setiap peserta yang akan mengikuti tes CAT SKD, pada pelaksanaan akan mendapatkan soal berbeda-beda satu sama lain. Setelah mengikuti tes, para peserta akan mengetahui langsung apakah yang bersangkutan lanjut atau tidak ke tahapan selanjutnya.

Dengan menggunakan sistem komputerisasi dan transparansi, tak ada celah bagi oknum untuk bermain. Termasuk, bimbel online yang berani menggaransikan lulus tes SKD.

"Soal tes sangat terjaga rapi sulit untuk bocor. Apalagi hanya bimbel online, mereka itu kan biasa-biasa saja," ujarnya, Minggu (12/1).

Agus mengatakan, dirinya menyarankan kepada para pelamar untuk percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki. Jangan percayakan dengan iming iming uang dan modul dari bimbel online yang mengaku bisa meluluskan seorang peserta.

Selain itu, soal yang diajarkan oleh bimbel online diakui Agus merupakan soal-soal lama yang dirangkum oleh bimbel online. Padahal, setiap tahun soal keluar pada tes CAT selalu berubah-ubah.

"Kisi-kisi soal yang mereka kasih saya yakin juga soal lama. Jadi, untuk SKD tak ada yang bisa menjamin selain diri sendiri," jelas Agus.

Menurutnya, tes SKD dengan sistem CAT merupakan tahapan paling sulit dan ekstra ketat. Siapapun tak bisa menembusnya selain kemampuan pribadi.

Celah untuk oknum ataupun joki dalam bermain di tes CPNS, diakui Agus kemungkinan besar masih dapat terjadi pada saat tes terakhir wawancara CPNS. Akan tetapi, untuk saat ini proses wawancara suatu instansi tidak akan lagi berpengaruh terhadap nilai pelamar yang dapat menggugurkan seseorang.

"Yang ada sela itu saat tes wawancara. Tapi tahun ini sepertinya nilai wawancara tidak berperanguh lagi terhadap nilai," terangnya. (oca)

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved