Isu Tri Rismaharini Nyalon Gubernur Jakarta Langung Terjawab Setelah Dipuji Megawati, Katakan Ini

Isu Tri Rismaharini Nyalon Gubernur Jakarta Langung Terjawab Setelah Dipuji Megawati, Katakan Ini

SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini (kanan) berbincang dengan Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri yang datang ditemani Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo atau Jokowi (kiri) di VIP Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (1/3/2014). Setiba di VIP Bandara Juanda, Megawati bersama Jokowi, Risma, dan Wakil Wali Kota Surabaya, Wisnu Sakti Buana menggelar konferensi pers terkait persoalan politik tentang Risma yang sedang ramai diperbincangkan banyak kalangan, terutama tentang 

Isu Tri Rismaharini Nyalon Gubernur Jakarta Langung Terjawab Setelah Dipuji Megawati, Katakan Ini

SRIPOKU.COM -  Wali Kota SurabayaTri Rismaharini menaggapi pujian yang diberikan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri.

Pujian tersebut diberikan Megawati saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDI-P di hari kedua, Sabtu (11/1/2020) yang diadakan di JIExpo, Kemayoran, Jakarta.

Risma bersyukur mendapat pujian dan apresiasi dari Ketua Umum PDI-P.

"Saya bersyukur ibu sudah memuji dan itu artinya sudah menerima apa yang saya coba kerjakan di Surabaya," ujarnya dilansir melalui YouTube Kompas TV, Minggu (12/1/2020).

Ketika ditanya mengenai peluangnya dicalonkan menjadi Gubernur DKI Jakarta, Risma hanya pasrah kepada Tuhan.

Ia menegaskan jika dirinya tidak bernafsu untuk mendapatkan sebuah jabatan dan kekuasaan.

"Nanti Tuhan akan mengatur jalan hidup saya. Semua saya serahkan pada Tuhan karena tadi saya sampaikan, saya tidak mau kemudian saya mempunyai nafsu kekuasaan itu yang saya tidak mau karena itu berat," ungkapnya.

Rapat Paripurna DPRD Sumsel Ditunda, Agenda Rapat Masih Misterius

Dikira Pesawat Musuh, Iran Akui tak Sengaja Tembak Ukraine Airlines dengan Rudal, Ini Videonya

Wanita kelahiran Kediri ini tidak pernah berpikir peluang untuk mendapatkan suatu jabatan.

"Mohon maaf saya pantang untuk meminta jabatan itu karena di jabatan itu selalu terkandung resiko dimana saya harus adil, saya harus amanah, dimana saya harus fatonah dan sebagainya," imbuhnya.

Halaman
123
Editor: Fadhila Rahma
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved