Human Interest Story
Kampanye Pembatasan Sampah Plastik, Muba Kenalkan Piring dan Mangkuk Pelepah Pinang
Warga Desa Mendis Kecamatan Bayung Lencir dengan memunculkan produk andalan berupa piring berbahan pelepah pinang, wadah makanan pengganti styrofoam.
Penulis: Fajeri Ramadhoni | Editor: Soegeng Haryadi
KAMPANYE pembatasan terhadap penggunaan plastik terus digencarkan oleh Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Upaya tersebut dilakukan TP. PKK Muba dan Tim Comunity Bussines Development Specialist, Kelola Sendang ZSL Indonesia meningkatkan potensi warga Desa Mendis Kecamatan Bayung Lencir dengan memunculkan produk andalan berupa piring berbahan pelepah pinang, wadah makanan pengganti styrofoam.
"Pemkab Muba saat ini tengah gencar berkampanye pembatasan penggunaan plastik dan styrofoam, untuk menjawab keterbutuhan bahan pengganti tersebut hadir pelepah pinang yang disulap menjadi wadah makanan pengganti plastik dan styrofoam," kata Bupati Muba, Dodi Reza Alex, Selasa (7/1/20).
Produk kebanggan yang dilarhirkan dari tangan masyatakat oleh Bumi Serasan Sekate ini, telah menerima ribuan pesananan. "Sekarang saja sudah 65 ribu buah dipesan pemilik restoran dari Bali dan Jakarta," ujarnya.
Terkait pesanan yang semakin meningkat Ia memastikan ketersediaan bahan baku serta memberdayakan masyarakat Muba /pekerja lokal asal Muba untuk dibina oleh Pemkab Muba, Pemerintah Desa, TP PKK bersinergi dengan Tim ZSL.
"Pemkab Muba TP PKK Muba akan bersinergi bersama Pemerintah Desa. Intinya ini harus berkelanjutan karena produk ini menjawab isu lingkungan khususnya issu penggunaan plastik dan styrofoam di Indonesia selama ini. Produk ini salah satu solusinya," katanya.
Pemkab Muba akan mensupport produk ini untuk mengikuti rangkaian uji klinis hingga pengembangan produk lainnya. "Inovasi piring ini menurut Dodi sebagai langkah konkrit pengentasan kemiskinan warga pedesaan yang ada di Muba. Maka dari itulah harus di support total," tutupnya.
Sementara, Pengrajin piring pelepah pinang yang juga Ketua Koperasi Mendis Maju Bersama (MMB), Supriyanto mengaku produksi piring pelepah pinang dikerjakan tanpa hari libur. Meski tanggal merah, ia bersama3 warga lainnya tetap berproduksi memenuhi permintaan restoran di Jakarta.
"Pendatang sangat tertarik untuk oleh-oleh bahkan mereka ada yang minta dikirim piring dan kotak nasi sebanyak 2500 biji," ungkapnya.
Untuk memproduksi peralatan makan dari pelepah pinang ini tidak terlalu sulit. Supriyanto menuturkan sebelum dicetak menggunakan mesin pres, pelepah dicuci bersih menggunakan air. Selanjutnya dikeringkan baik menggunakan pemanas elektrik maupun secara manual di bawah terik matahari.
"Tahap selanjutnya dilakukan pemotongan sesuai dengan ukuran yang dikehendaki. Kemudian pelepah ditaruh ditempat penyimpanan bahan baku atau bisa langsung di cetak. "Sebelum cetak, pelepah harus dibasahi agar lebih lentur dan tidak gampang sobek," tuturnya.
Ditempat yang sama, Ketua TP PKK Muba Thia Yufada Dodi Reza, pihaknya akan terlibat dalam pendampingan dan pemasaran produk inovasi pelepah pinang. "Kami juga akan turun ke lapangan dan turut mengajak kaum ibu-ibu di pedesaan untuk andil dalam pembuatan produk ini. Kita akan pastikan ketersediaan bahan baku," ujar Thia.
Inovasi pelepah pinang akan menjadi sorotan dunia terkait menjaga lingkungan dengan produk sangat ramah lingkungan. "TP PKK Muba akan All Out mensupport produk pelepah pinang ini. Kita juga akan memikirkan pengembangan produk ini secara berkelanjutan dan akan kita gandengkan dengan Gambo Muba," tutupnya. (dho)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/piringmuba.jpg)