Berita Muaraenim
14 Guru Relawan Program Muaraenim Cerdas Ditempatkan di Daerah Terluar, Tertinggal dan Terpencil
Program Muaraenim Cerdas dan sebagai bentuk keseriusan Pemkab Muaraenim untuk meningkatkan dan memperhatikan kualitas di bidang pendidikan.
Penulis: Ardani Zuhri | Editor: Tarso
Laporan wartawan sripoku.com, Ardani Zuhri
SRIPOKU.COM, MUARAENIM - Plt Bupati Muaraenim H Juarsah SH, secara simbolis melepas sebanyak 14 guru relawan yang berasal dari program Muaraenim Cerdas akan membantu pendidikan di daerah 3T (Terluar, Tertinggal dan Terpencil), Kabupaten Muaraenim pada tahun 2020, dihalaman Pemkab Muaraenim, Senin (6/1/2020).
Menurut Plt Bupati Muaraenim H Juarsah SH, program Muaraenim Cerdas dan sebagai bentuk keseriusan Pemkab Muaraenim untuk meningkatkan dan memperhatikan kualitas di bidang pendidikan terutama di daerah 3T di Kabupaten Muaraenim.
Saat ini, tenaga guru sangat kurang, selain sudah banyak yang pensiun, juga sudah lama tidak menerima tenaga guru dari PNS. Untuk menutupi kekurangan tersebut, Pemkab Muaraenim membuat program Muaraenim Cerdas yang merupakan replika dari program Indonesia Mengajar.
Dalam program ini, Pemkab Muaraenim akan merekrut tenaga pengajar (guru pengabdi) untuk tingkat Sekolah Dasar dari sarjana (S1) semua disiplin ilmu.
"Disini benar-benar mengabdi, sebab mereka tidak bisa memilih dan akan diletakkan di daerah 3T," jelas Juarsah.
Ditambahkan Kepala Diknas Kabupaten Muaraenim Irawan Supnidi SPd, SMn, MM, bahwa status mereka adalah kontrak selama setahun.
Dalam program guru pengabdi, mereka akan cenderung menjadi sebagai pemimpin yang membimbing siswa, guru dan masyarakat setempat untuk bersama-sama diajak membangun dunia pendidikan sehingga masyarakat menjadi lebih cepat cerdas dan tidak Gaptek.
• Wahana Ice Skating di Opi Mall PalembangTerbuat dari Es Asli, Berikut Ini Tarif Sewa dan Jadwalnya
• Prosedur Pengambilan Barang Bukti di Polrestabes Palembang
• Diberikan Kartu Identitas dan Uang Korpri, 22 ASN Pemkab Muaraenim Dilepas langsung oleh Plt Bupati
Dan sebelum terpilih menjadi guru Muaraenim Cerdas, mereka tidak langsung ke lapangan tetapi telah dilatih dan dibekali ilmu seperti Pelatihan kepemimpinan, surviver, cara mengajar dan lain-lain.
Tahun 2018 direkrut delapan orang, tahun 2019 meningkat menjadi 12 orang, dan 2020 kembali ditambah menjadi 14 orang.
Dan mudah-mudahan kedepan akan tetap dipertahankan bila perlu ditambah lagi sehingga sekolah-sekolah terpencil bisa banyak lagi guru dari Muaraenim Cerdas.
Sementara itu Kordinator Guru Pengabdi III Gerakan Muaraenim Cerdas tahun 2020 Abdul Kohar didampingi Evan, mengatakan bahwa sebelumnya pihaknya mengikuti rekrutmen nasional seluruh Indonesia dan kebetulan berhasil lulus.
Mereka dikontrak selama setahun dan akan ditempatkan di daerah terluar, tertinggal dan terpencil.
Metodenya 60 persen mengajar dan 40 persen ke masyarakat dimana penjabarannya ke aktor lokal seperti guru sekolah dan ke masyarakat yakni ke semua stake holder.
Tujuan dari kegiatan ini untuk mewujudkan Muaraenim Cerdas melalui guru-guru inovatif dan kompetitif, mampu mendorong aktor lokal mewujudkan pendidikan yang berkualitas, mampu menggunakan sumber daya daerah guna keberlanjutan dan kemandirian setempat dan lainnya.
"Kami sangat senang karena selain mengabdi juga bisa menambah pengalaman dan wawasan di masyarakat," tambah Evan salah satu guru pengabdi Muaraenim Cerdas.(ari)