Human Interest Story
Pengalaman Ustadz Mukminin Bertemu Harimau di Kebunnya, Antara Takut dan Penasaran
Pada malam berikutnya, ia naik lagi ke pondok seperti biasanya. Saat naik tangga, ia mendengar suara batuk dan bersin cukup kuat.
Penulis: RM. Resha A.U | Editor: Soegeng Haryadi
INDRALAYA, SRIPO -- Ustadz Mukminin, warga Desa Sri Kembang Kecamatan Muara Kuang Kabupaten Ogan Ilir mengisahkan saat melihat harimau di kebunnya. Ia kaget mendapati hewan buas itu berada di kebun jeruk miliknya.
"Waktu itu saya kebetulan sedang balik dari Sakatiga (Desa Sakatiga, Kecamatan Indralaya) ke Desa Sri Kembang. Pas malam tanggal 29-30 (Desember) ketika kami naik ke pondok di kebun, saya senteri di kebun ada anak harimau," ujarnya saat dihubungi, Kamis (2/1).
Pada malam berikutnya, 1 Januari dinihari, ia naik lagi ke pondok seperti biasanya. Saat naik tangga, ia mendengar suara batuk dan bersin cukup kuat.
"Ada suara batuk bersin. Kuat suaranya. Pas saya senterin kelihatan 2 pasang mata harimau, seperti induknya. Kira-kira sebesar kambing," tambahnya.
Ustadz Mukminin yang juga seorang tenaga pengajar di pondok pesantren di Sakatiga, Ogan Ilir ini pun sempat kontak mata dengan harimau tersebut. Saat bertatapan, ada berbagai macam perasaan yang ia rasakan saat malam itu. "Macam-macam (perasaan), takut iya, cemas pasti, tapi ada rasa penasaran," tambahnya.
Apalagi, jarak dari pondokan tempatnya berdiri dan harimau tersebut paling berjarak 50 meter. Namun ia hanya mematung saat kedua Harimau tersebut beranjak dari tempatnya, berjalan dengan lambat. Ia hanya menyenteri Harimau tersebut, yang terus berjalan ke kebun sebelahnya.
"Setelah jauh saya matikan senter. Saya langsung lapor ke Kades, dan ngomong sama tetangga jangan berkebun dulu," jelasnya. (mg5)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/fakta-baru-pasca-mustadi-tewas-diterkam-harimau-ada-8-fakta-temuan-bksda-si-nenek-marah.jpg)